JakVR - Virtual Reality Guide

Koleksi busana Tex Saverio di Jakarta Fashion Week 2013. Tex akan menjadi salah satu desainer yang mewakili Indonesia di panggung mode Paris. (Koleksi Jakarta Fashion Week )

Koleksi busana Tex Saverio di Jakarta Fashion Week 2013. Tex akan menjadi salah satu desainer yang mewakili Indonesia di panggung mode Paris. (Koleksi Jakarta Fashion Week )

VIVAlife – Lima desainer Indonesia akan melesat ke ajang mode paling bergengsi di dunia, Paris Fashion Week Fall/Winter 2014, yang akan digelar 25 Februari hingga 3 Maret 2014 mendatang. 

Tex Saverio, Major Minor, Toton, Vinora dan Yosafat Dwi Kurniawan siap membawa nama Indonesia ke ranah internasional.

Keberhasilan itu tak lepas dari dukungan program Indonesia Fashion Forward yang digagas oleh Jakarta Fashion Week, bekerja sama dengan British Council dan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

“Pihak Indonesia Fashion Forward sendiri mendukung para desainer lewat kemudahan akses untuk menembus pasar global, kami juga bantu mencari sponsor untuk mendanai keikutsertaan di Paris Fashion Week,” kata Creative Director Jakarta Fashion Week, Diaz Parzada di Jakarta, Rabu 19 Februari 2014.

Kelima desainer ciptakan koleksi terbaru untuk diperkenalkan pada peminat dan jurnalis di Paris Fashion Week, berikut ini adalah ulasan seputar hasil karya yang akan mereka promosikan:

Tex Saverio 

Nama Tex Saverio membumbung tinggi setelah gaun koleksinya sempat membalut tubuh penyanyi eksentrik, Lady Gaga, juga pernah dikenakan oleh aktris penerima piala Oscar, Jennifer Lawrence di film “The Hunger Games: Catching Fire”. Pada Paris Fashion Week Fall/Winter 2014, Tex Saverio diberi kesempatan membuka pekan mode tersebut, sekaligus menjadi satu-satunya desainer Indonesia yang berhak menampilkan busana di atas panggung prestisius itu. Di panggung Paris, desainer yang akrab disapa Rio itu akan menghadirkan koleksi dalam rangkaian warna hitam, emas, merah, dan putih. Ini merupakan kali kedua Tex tampil di Paris Fashion Week.

Major Minor

Major Minor didirikan oleh Ari dan Sari Saputra sejak 2009 dan konsisten melahirkan busana yang inovatif serta dinamis. Merek ini pernah menembus pasar Eropa melalui situs Harvey Nichols, department store eksklusif yang menjual produk sekelas Alexander Mcqueen, Lanvin dan Vivienne Westwood. Koleksi Major Minor akan menempati showroom Paris Fashion Week Fall/Winter 2014. Kali ini, koleksi Major Minor terinspirasi dari karya seni pelukis Phillippe Cogne dan fotografer Bona Soetirto, di mana warna monokrom dan siluet asimetri mendominasi.

Vinora Ng

Vinora adalah pemenang Lomba Perancang Mode 2009 dan kini akan tampilkan 30 koleksinya pada showroom Paris Fashion Week Fall/Winter 2014. Baginya, tantangan acara akbar ini adalah bagaimana membuat busana tersebut benar-benar berfungsi di negara dengan empat musim. 

Toton Januar

Membawa merek Toton the Label, desainer asal Makassar ini akan unjuk gigi lewat 36 karyanya di showroom Paris Fashion Week Fall/Winter 2014. Berbekal pendidikan fesyen di Parsons New School of Design, New York, Toton tak hanya bertujuan mempromosikan busana, tapi juga mempersiapkan diri untuk menghadapi pesanan peminat dan membuka bisnis lebih luas. Untuk koleksinya, Toton terinspirasi dari kenangan hidupnya. Bagaimana ia melalui masa lalu dan menyongsong masa depan, yang ditunjukkan melalui grafis.

Yosafat Dwi Kurniawan

Yosafat lahir di Pekalongan, Jawa Tengah dan tetap eksis memperkenalkan batik di dunia mode. Di Paris Fashion Week Fall/Winter 2014 pun, Yosafat akan tampilkan Batik Mega Mendung khas Cirebon. (eh)


viva

guegamersBerita & PolitikIndonesia,Major Minor,Paris,Tex Saverio,Yosafat Dwi Kurniawan
Koleksi busana Tex Saverio di Jakarta Fashion Week 2013. Tex akan menjadi salah satu desainer yang mewakili Indonesia di panggung mode Paris. (Koleksi Jakarta Fashion Week ) Koleksi busana Tex Saverio di Jakarta Fashion Week 2013. Tex akan menjadi salah satu desainer yang mewakili Indonesia di panggung mode Paris. (Koleksi...

Comments

comments