JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi hipertensi.  

VIVAlife – Hipertensi sering datang tiba-tiba, penderitanya pun kerap tak sadar bahwa penyakit ini sudah menyatu dengan tubuh. Gejalanya memang tidak bisa dideteksi secara spesifik.

Kebanyakan orang baru sadar menderita tekanan darah tinggi mengalami komplikasi serius seperti serangan jantung. “Ini mengapa hipertensi disebut silent killer,” kata Direktur Yale University’s Prevention Research Center dan penulis”Disease-Proof: The Remarkable Truth about What Makes Us Well”, Dr David Katz.

Saat tekanan darah naik, saran diberikan adalah mengurangi garam, menghentikan kebiasaan merokok, mengonsumsi banyak buah dan sayuran serta olahraga. Tapi dari berbagai saran yang diberikan, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah hipertensi seperti dikutip Fox News. 

Konsumsi makanan rendah lemak dan yogurt rendah gula

Sebuah penelitian mengungkapkan, rutin mengonsumsi satu porsi atau 6 ons yogurt, dua kali seminggu selama 14 tahun, mampu menurunkan sekitar 31 persen risiko menderita hipertensi. 

Angkat beban

Olahraga angkat beban pada wanita mampu menurunkan tekanan sistolik (SBP, angka pertama) sebanyak lima poin, dan tekanan diastolik (DBP, angka kedua) sebesar 9 poin. Efek ini bahkan dapat berlangsung lebih lama dibanding wanita yang melakukan kardio. Tapi untuk mendapatkan efek terbaik, wanita bisa melakukan latihan beban dan kardio bergantian per hari.

Konsumsi anggur merah non-alkohol

Riset membuktikan, anggur merah non-alkohol mampu menurunkan tekanan darah setelah 4 minggu konsumsi. Tekanan darah sistolik turun 5,8 poin, sedangkan diastolik turun hingga 2,3 poin. Meski begitu, menurut Medical Director Joan H Tisch Center for Women’s Health di NYU Langone Medical Center, Dr Nieca Goldberg, hal ini juga bisa dilakukan dengan asupan lain yang kaya zat anti-oksidan.

Sinar matahari

“Vitamin D menolong arteri untuk rileks dan memperbaiki fungsinya,” ujar kardiolog di Emory University School of Medicine, Dr Arshed Quyyumi.

Hasil studi Quyyumi menunjukkan, orang yang kekurangan vitamin D, lalu berhasil mencapai batas normal vitamin D dengan berjemur selama 6 bulan, mengalami penurunan tekanan darah hingga 4,6 poin. Biarkan bagian-bagian tubuh seperti lengan, kaki, dan muka selama 15 menit. Dan lakukan sedikitnya tiga kali seminggu.

Bermain bersama teman

Hasil penelitian tahun 2010 menunjukkan, kesendirian bisa meningkatkan tekanan darah sistolik rata-rata 3 poin setelah lebih dari 5 tahun. “Hubungan sosial sebaiknya ditanggapi lebih serius,” ujar penulis dan peneliti di University of Chichago, Louise Hawkley.


viva

guegamersBerita & PolitikDBP,Dr Arshed Quyyumi,Dr David Katz,Dr Nieca Goldberg,Fox News,Langone Medical Center,Louise Hawkley,Medical Director Joan,NYU,SBP
Ilustrasi hipertensi.   VIVAlife - Hipertensi sering datang tiba-tiba, penderitanya pun kerap tak sadar bahwa penyakit ini sudah menyatu dengan tubuh. Gejalanya memang tidak bisa dideteksi secara spesifik. Kebanyakan orang baru sadar menderita tekanan darah tinggi mengalami komplikasi serius seperti serangan jantung. 'Ini mengapa hipertensi disebut silent killer,' kata Direktur Yale...

Comments

comments