JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi wanita sedang bergosip (Daily Mail)

Ilustrasi wanita sedang bergosip (Daily Mail)

VIVAlife – Bergosip mungkin menjadi salah satu ritual wajib para wanita saat berkumpul bersama. Namun, tahukah Anda jika kebiasaan tersebut lebih banyak berdampak negatif daripada positifnya? 

Bergosip tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga diri sendiri. Dilansir dari AllWomenstalk, berikut ini merupakan 7 alasan mengapa Anda harus berhenti menggunjingkan orang lain.

Merusak reputasi

Salah satu alasan bergosip tidak baik adalah karena dapat merusak reputasi orang lain. Tidak ada manusia yang sempurna, maka jika Anda menyebarluaskan desas-desus miring tentang keburukan atau kekurangan seseorang sama saja Anda telah menjatuhkan reputasinya. Apalagi jika gosip yang Anda sebarkan tersebut tidak benar. Tidak hanya merusak reputasi tetapi Anda juga telah memfitnah orang lain.

Dicap sebagai tukang gosip

Kebiasaan menggosip  tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga diri sendiri. Gelar sebagai si tukang gosip dengan segera akan melekat pada diri Anda. Jika sudah demikian, bersiap-siaplah untuk dijauhi orang lain karena tidak seorang pun ingin reputasinya buruk karena kebiasaan Anda. 

Tidak dapat dipercaya

Penggosip identik dengan kebiasaan suka membocorkan rahasia orang lain, penyebar berita palsu, dan melebih-lebihkan sesuatu agar menjadi gosip yang menarik. Ketika orang telah mengetahui bahwa Anda adalah sosok dibalik gosip-gosip tidak benar tersebut, mereka akan mulai menarik diri dari Anda dan balik membicarakan hal-hal buruk dalam diri Anda.

Masalah hukum

Kadang-kadang bergosip dapat menyebabkan masalah hukum. Jika seseorang tidak terima dengan apa yang Anda gunjingkan tentang mereka, bisa saja ia membawa masalah tersebut ke meja hijau. Ironisnya, hal ini akan merugikan reputasi Anda dan mau tidak mau Anda harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengurus kasus hukum Anda.

Menyakiti orang lain

Gosip dapat membuat orang lain sakit hati. Tidak hanya dalam bentuk sederhana seperti menangis atau marah, gosip dengan permasalahan yang sensitif dapat berdampak lebih jauh seperti timbulnya dendam, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri.

Kebiasaan buruk

Bergosip bisa menjadi kebiasaan buruk yang sulit untuk dihilangkan. Anda tidak bisa berbicara tanpa membumbuinya dengan gosip. Semakin lama semakin banyak pula orang yang Anda gosipkan. Jika sudah demikian, orang lain akan sulit untuk percaya kepada Anda, bosan dengan tingkah Anda dan parahnya lagi, orang tidak akan peduli pada Anda.

Buang-buang energi

Sebagian besar gosip pasti bicara tentang hal-hal buruk dalam diri orang lain. Kebiasaan ini menggoda dari waktu ke waktu. Akibatnya energi dan waktu Anda akan terbuang sia-sia untuk bergosip. Tidak hanya itu, bergosip juga dapat meracuni pikiran dan emosional Anda dengan stimulus negatif.


viva

guegamersBerita & PolitikDaily Mail
Ilustrasi wanita sedang bergosip (Daily Mail) Ilustrasi wanita sedang bergosip (Daily Mail) VIVAlife - Bergosip mungkin menjadi salah satu ritual wajib para wanita saat berkumpul bersama. Namun, tahukah Anda jika kebiasaan tersebut lebih banyak berdampak negatif daripada positifnya?  Bergosip tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga diri sendiri. Dilansir dari AllWomenstalk, berikut ini...

Comments

comments