JakVR - Virtual Reality Guide

Lupita Nyong’o jadi Wanita Tercantik Dunia 2014 versi People. (REUTERS/Lucy Nicholson)

Lupita Nyong’o jadi Wanita Tercantik Dunia 2014 versi People. (REUTERS/Lucy Nicholson)

VIVAlife – Predikat Wanita Tercantik Dunia, yang dirilis Majalah People tahun 2014, bisa dibilang melawan arus. Cantik tidak lagi harus bertubuh seksi, berkulit putih, dan berambut pirang.

Adalah Lupita Amondi Nyong’o, seorang aktris kelahiran Meksiko yang didapuk menyandang gelar prestisius itu. Bagi sebagian orang, Lupita mungkin tidak memenuhi stigma cantik yang berlaku umum.

Namun, siapa pun yang melihatnya bisa merasakan aura cantik yang dia pancarkan. Lupita selalu bisa berdandan pantas.

Busana-busana yang dia pakai menjadi sorotan karena tak pernah ketinggalan tren. Lebih dari itu, ia punya segudang prestasi, terutama di bidang film.

Kini, sebagai Wanita Tercantik Dunia, Lupita mengalahkan nominasi lain yang tak kalah cantik. Di antaranya: Kerry Washington, Mindy Kaling, Amber Heard, Pink, Jenna Dewan-Tatum, dan Keri Russell.

Padahal, Lupita pernah merasa tak percaya diri. Saat remaja, ia mengecat rambutnya warna-warni, kecuali pirang. Dengan begitu, ia merasa eksis. Namun akhirnya, Lupita menemukan cantiknya sendiri.

“Sekarang pujian terbaik adalah ketika orang menyebut saya cantik tanpa riasan. Bahkan sebelum saya menyisir rambut atau mengenakan gaun cantik. Intinya adalah kebahagiaan,” katanya dalam People.

Didapuk menjadi Wanita Tercantik Dunia membuat Lupita percaya kata-kata ibundanya dulu. Meski tumbuh dengan wanita-wanita seperti Barbie berseliweran, ibunya selalu berpesan: kamu cantik.

“Akhirnya, pada beberapa poin aku percaya padanya,” tutur Lupita.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut VIVAlife hadirkan tujuh fakta unik tentang Lupita Nyong’o.

Orang tua politisi

Tak ada gairah seni mengalir di darah wanita kelahiran 1 Maret 1983 itu. Kedua orang tuanya justru politisi terpandang. Ayahnya, Peter Anyang Nyong’o seorang anggota senat di Kenya.

Ibunya, Dorothy Nyong’o petinggi di lembaga Africa Cancer Foundation. Mulanya, pasangan itu berada dalam pengasingan politik di Meksiko. Setelah Lupita lahir, mereka kembali ke tanah air, Kenya.

Tumbuh di lingkungan keluarga yang moderat, Lupita tak pernah dituntut menekuni bidang tertentu. Ia tak harus mewarisi jejak kedua orang tuanya. Bersama empat saudara kandungnya, ia hanya didorong menemukan hasrat terbesar dalam hidup.

“Temukan tujuan hidupmu, lalu lakukan yang terbaik untuk itu. Ingin menjadi petugas kebersihan atau dokter, asal tahu tujuan hidupmu, tak masalah,” tutur Lupita dalam sebuah wawancara dengan CNN.

Keluarga besar Lupita memang sangat terbuka terhadap kesuksesan. Nama sepupunya, Isis Nyong’o muncul sebagai salah satu wanita muda paling berpengaruh di Afrika versi Forbes tahun 2012.

Isis merupakan Vice President sekaligus Managing Director InMobi yang beroperasi di Afrika. Sepupu lainnya, Tavia Nyong’o merupakan profesor di New York University’s Tisch School of the Arts.

Didukung itu, juga terinspirasi kegigihan Oprah Winfrey meraih sukses dan artis Whoopi Goldberg di film The Color Purple, Lupita bangkit menggapai cita.

Di balik nama Lupita

Keluarga Nyong’o tidak memilih nama Lupita sembarangan. Ada makna di balik itu. Mengutip situs pribadinya, Lupita merupakan kependekan dari Our Lady of Guadalupe.

Itu merupakan kepercayaan yang dianut kedua orang tua Lupita. Karena sudah menjadi tradisi untuk menamai anak dengan unsur Luo setelah peristiwa penampakan Bunda Maria tertua dalam agama Katolik, maka ia dinamai demikian.

Dengan begitu, Lupita jadi punya keterkaitan dengan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Sebab, ayah Obama juga seorang penganut Luo.

Cinta film sejak belia

Lupita lantas memilih film sebagai jalan hidup. Akting pertamanya untuk sebuah peran kecil dalam Oliver Twist, drama di sekolah khusus wanita.

Di usia 14, ia sudah berakting profesional. Lupita terlibat dalam drama Romeo and Juliet yang diproduksi sebuah perusahaan di Nairobi. Ia juga tampil di drama lain: On The Razzle dan There Goes The Bride.

Sementara itu, pendidikan Lupita terus berlanjut. Selain belajar bahasa Spanyol di Meksiko, ia juga mendapat gelar Diploma dari St Mary’s School di Nairobi.

Kemudian, ia melanjutkan kuliah bidang film dan teater ke Hampshire College di Amerika.

Sembari kuliah, ia banyak terlibat dalam produksi film. Beberapa judul yang cukup ternama: The Constant Gardener (2005) dan The Namesake (2006).

Dalam situs pribadinya Lupita mengakui, aktor Ralph Fiennes yang menjadi bintang dalam film The Constant Gardener termasuk orang paling berpengaruh dalam hidupnya.

“Dia bertanya, ‘Apa yang ingin kamu lakukan?’. Dengan malu-malu saya bilang ingin jadi artis. Dia menghela napas lalu mengatakan, ‘Lupita, jadilah artis ketika merasa tak ada lagi yang ingin kamu lakukan di dunia. Jadilah artis ketika merasa tak bisa hidup tanpa akting’,” ungkap Lupita.

Nasihat itu terngiang-ngiang di telinganya. Ia lalu mendaftar ke Yale School of Drama demi memoles aktingnya. Lupita kemudian didapuk menerima Herschel Williams Prize tahun akademik 2011-2012.

Penghargaan itu diberikan kepada siswa dengan kemampuan akting luar biasa. Selama kuliah, Lupita memang membintangi beberapa film pendek dan serial televisi, salah satunya berjudul Shuga.

Tak asing dengan penghargaan

Lupita memang sosok yang cukup akrab dengan penghargaan. Selain Herschel Williams Prize, masih sederet penghargaan lain yang didapatnya.

Saat ia menulis, menyutradarai, dan memproduksi film dokumenter tentang pengobatan penduduk albino di Kenya, misalnya. Film itu dimainkan di beberapa festival dan memenangkan pernghargaan pertama dalam Five College Film Festival tahun 2008.

Karyanya saat mengarahkan video musik The Little Things You Do juga pernah masuk nominasi dalam MTV Africa Music Awards tahun 2009.

Tahun 2013 milik Lupita. Namanya makin digaungkan di mana-mana. Terutama karena aktingnya yang mengesankan sebagai Patsey dalam film 12 Years a Slave. Berkat itu, ia menuai penghargaan.

Lebih dari 20 penghargaan menyanjung penampilannya di film itu, termasuk Golden Globe Awards. Terakhir dan yang paling bergengsi, berhasil membawa pulang Piala Oscar untuk Best Supporting Actress, awal Maret 2014.

12 Years a Slave

Keterlibatan dalam film yang diproduseri Brad Pitt itu dimulai saat ia belum menamatkan pendidikan di Yale. Lupita masih perlu tiga minggu lagi untuk lulus saat mendapat peran sebagai Patsey.

“Tidak pernah ada dalam mimpi terliar saya, akan terlibat dalam proyek sebesar itu tepat setelah lulus dari sekolah drama,” ungkap Lupita antusias.

Film itu sendiri mengisahkan Solomon Northup, seorang yang diculik kemudian dijual sebagai budak. Patsey merupakan sahabat Solomon dalam film yang disutradarai Steve McQueen itu.

Meski baru pertama tampil di film sebesar itu, akting Lupita langsung mencengangkan. Ia mampu menghadirkan emosi dan membuat penonton berempati.

Demi merasuk ke dalam karakternya, Lupita menuturkan ia membuka diri terhadap segala hal: naskah, penelitian, biografi, dan segala hal yang berkaitan dengan film yang diangkat dari kisah nyata itu.

“Ada sesuatu yang ajaib dan misterius soal akting. Saya hanya bisa menyiapkan segalanya semaksimal mungkin, kemudian menarik napas dan membiarkan semua berjalan saat syuting dimulai,” katanya.

Jadi model

Setelah filmnya sukses dan wajahnya makin berseliweran di media hiburan, Lupita tak hanya dilirik produser film lain. Ia juga diminati industri fesyen lantaran wajahnya yang berkarakter dan selera busananya yang tak membosankan.

Ia kini menjadi duta baru kosmetik Lancome. Merk kecantikan asal Prancis itu menampilkan Lupita begitu cantik, dengan polesan riasan dan kulitnya yang bertekstur nyaris sempurna.

Lupita sendiri merasa bangga bisa bergabung dengan Lancome. Sebab ia percaya, cantik bukanlah apa yang ditentukan masyarakat. Baginya, cantik adalah kebebasan wanita untuk menjadi diri sendiri.

Dengan menjadi model Lancome, Lupita bergabung dengan kelompok selebriti bergengsi, seperti Julia Roberts, Penelope Cruz, dan Kate Winslet yang sebelumnya juga dipilih merk kecantikan itu.

Tak hanya Lancome, wajah Lupita juga muncul dalam koleksi musim semi produk fesyen Miu Miu tahun ini. Ia juga mulai akrab dengan sampul majalah. Lupita juga sering masuk daftar busana terbaik pilihan Derek Blasberg untuk Harper’s Bazaar.

Multitalenta

Di luar itu semua, bakat Lupita ternyata bukan hanya di bidang akting.  Melalui situs pribadinya, Lupita mengungkapkan ia menikmati permainan capoeira, olahraga khas Brasil, juga harmonika.

Selain itu, Lupita juga jago berbahasa. Tak hanya menguasai bahasa asalnya, ia juga fasih berbahasa Inggris, Spanyol, Swahili, serta bahasa percakapan masyarakat Italia.

Diketahui, Lupita belajar bahasa Spanyol di Meksiko. Setelah lahir dan diboyong ke Kenya, ia sempat kembali ke negeri sombrero itu pada usia 16 untuk belajar bahasa. Sedang bahasa Inggris, dipelajarinya sembari kuliah di Hampshire dan Yale. (ren)


viva

guegamersSelebritisHerschel Williams Prize,Lucy Nicholson,Lupita Nyong,REUTERS,Wanita Tercantik Dunia
Lupita Nyong'o jadi Wanita Tercantik Dunia 2014 versi People. (REUTERS/Lucy Nicholson) Lupita Nyong'o jadi Wanita Tercantik Dunia 2014 versi People. (REUTERS/Lucy Nicholson) VIVAlife - Predikat Wanita Tercantik Dunia, yang dirilis Majalah People tahun 2014, bisa dibilang melawan arus. Cantik tidak lagi harus bertubuh seksi, berkulit putih, dan berambut pirang.Adalah Lupita Amondi...

Comments

comments