JakVR - Virtual Reality Guide

Afgan dan Vidi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

Afgan dan Vidi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAlife – Diam-diam pelantun lagu ‘Terima Kasih Cinta‘, Afgansyah Reza, ternyata menyimpan pengalaman buruk saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Ia mengaku pernah menjadi korban bully (kekerasan) oleh teman-teman dan kakak kelasnya. Menurutnya, perlakuan yang saat itu diterimanya masih membekas dan memberi trauma yang cukup dalam. 

“Efek bully besar ya. Biarpun kamu sudah sukses, luka yang didapat saat di-bully itu akan tetap terus ada. Bahkan beberapa orang sampai bunuh diri,” ujarnya saat ditemui di Prive, fX, Jakarta.

Perlakuan bullying yang diterimanya tidak sekadar mental, tapi juga fisik. Afgan mengaku bahwa ia pernah dilempari batu saat sedang berlari.

Untuk itu, Afgan menghimbau agar aksi bully di lingkungan sekolah dihentikan. Selain itu, Afgan juga akan membuat komunitas untuk menghentikan bully yang selama ini belum bisa hilang.

“Saya menghimbau jangan bully orang. Saya baca ada yang bunuh diri, yang berbakat jadi nggak berbakat lagi. Semoga tidak terjadi lagi, dan 2014 saya mau bikin komunitas soal bully,” kata Afgan.

Beruntung, bullying tidak lantas membuatnya menjadi sosok yang tidak percaya diri. Ia membuktikan bahwa korban bullying juga bisa sukses dan melupakan semua perlakuan buruk yang pernah diterima.

Pembuktian ia perlihatkan lewat prestasi di bidang musik dan film. Tim yang kuat serta fans yang tak pernah berhenti mendukungnya, diakui Afgan jadi kunci untuk kembali bangkit. (eh)


viva

guegamersSelebritisAfgansyah Reza,Ikhwan Yanuar,Ikhwan Yanuar Afgan,Sekolah Menengah Pertama,SMP,Terima Kasih Cinta
Afgan dan Vidi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar) Afgan dan Vidi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar) VIVAlife - Diam-diam pelantun lagu 'Terima Kasih Cinta', Afgansyah Reza, ternyata menyimpan pengalaman buruk saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Ia mengaku pernah menjadi korban bully (kekerasan) oleh teman-teman dan kakak kelasnya. Menurutnya, perlakuan yang saat itu diterimanya masih membekas...

Comments

comments