JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi pasangan bercinta (iStock)

Ilustrasi pasangan bercinta (iStock)

VIVAlife – Banyak orang merasa lebih nyaman menyampaikan perasaan, harapan dan tekanan mereka kepada pasangan setelah berhubungan intim. Menurut pakar, ada alasan di balik ungkapan isi hati yang dilontarkan usai bercinta, terutama pada wanita. 

Peneliti bernama Amanda Denes percaya bahwa berbincang setelah bercinta atau kerap disebut ‘pillow talk’, dapat menjadi salah satu cara utama untuk mempertahankan hubungan. Selain itu juga dapat membuat pasangan merasa terpuaskan satu sama lain. 

Pillow talk, terjadi bukan tanpa alasan. Ini terkait dengan produksi hormon cinta atau disebut dengan oksitosin. Hormon ini cenderung dilepaskan setelah orgasme. 

Tapi menurut Denes, pengalaman yang dimiliki tiap orang serta dampaknya terhadap hubungan cenderung berbeda. Karena itu, Denes mengajukan dua pertanyaan utama, yaitu mengapa beberapa orang cenderung mau berbagi perasaan terdalamnya setelah bercinta, bahkan meski mereka tahu bahwa hubungan yang terjalin belum sedalam itu. Dan apa efek dari berbincang setelah bercinta dengan kepuasan terhadap hubungan mereka. 

Demi mendapat jawaban dari dua pertanyaan tersebut, Denes mengamati kaitan antara hormon dengan komunikasi yang terjalin antar pasangan. Termasuk mengamati apa yang dibicarakan pasangan setelah bercinta dan satu variabel penting yang mempengaruhi keseluruhan proses tersebut, yaitu orgasme. 

Saat seseorang mengalami orgasme, maka akan terjadi perubahan fisiologis berupa pelepasan hormon oksitosin ke penjuru tubuh. Peningkatan hormon yang juga disebut sebagai hormon kepercayaan ini, memang telah lama dikaitkan dengan banyak perilaku sosial yang positif. Kondisi ini tak hanya dialami wanita, tapi juga pria. 

Hasilnya, Denes menemukan bahwa wanita yang telah mencapai orgasme akan merasa lebih intim dengan pasangannya, dibanding wanita yang tak berhasil mencapai klimaks. Dan pada akhirnya, turut meningkatkan ikatan emosional antarpasangan. 

Dari penelitian ini, Denes percaya bahwa oksitosin berada di balik alasan mengapa wanita yang telah mencapai klimaks memiliki rasa percaya dan koneksi yang lebih tinggi terhadap pasangannya, dibanding wanita yang tidak bisa orgasme. Inilah yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan seorang wanita untuk berbagi perasaan dengan pasangannya atau tidak.

Tapi mengapa wanita jauh lebih banyak berbicara tentang perasaannya daripada pria, adalah semata karena tingginya kadar hormon testosterone pria usai berhubungan intim. Hormon ini menghambat respons oksitosin pada tubuh pria, meski sebenarnya pria juga melepaskan oksitosin yang sama setelah bercinta.

Keberadaan hormon testosterone pada pria itu jugalah yang diduga membuat pria cenderung kurang begitu hangat setelah bercinta. (sj)


viva

guegamersBerita & PolitikAmanda Denes
Ilustrasi pasangan bercinta (iStock) Ilustrasi pasangan bercinta (iStock) VIVAlife - Banyak orang merasa lebih nyaman menyampaikan perasaan, harapan dan tekanan mereka kepada pasangan setelah berhubungan intim. Menurut pakar, ada alasan di balik ungkapan isi hati yang dilontarkan usai bercinta, terutama pada wanita.  Peneliti bernama Amanda Denes percaya bahwa berbincang setelah bercinta atau kerap...

Comments

comments