JakVR - Virtual Reality Guide

TEMPO.CO, Jakarta – Warga dan mahasiswa yang melakukan aksi di Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Kamis 29 Mei 2014, bentrok dengan anggota kepolisian.

Bentrok terjadi sekitar pukul 15.00 Wita dan mengakibatkan dua anggota kepolisian dan satu personel TNI terluka. Warga dalam aksinya menuntut pembebasan dua  temannya yang ditahan polisi setempat. “Kami menuntut pembebasan mereka,” kata Muhammad, 38 tahun, seorang warga di sana.

Dua orang yang ditahan adalah Muslimin, warga Dusun Konte dan Irawan, warga Dusun Padamar Kecamatan Kempo. Mereka ditahan pada 22 Mei lalu karena diduga sebagai pelaku pembakaran kantor perusahaan tebu PT Sejati Mantap Sejahtera (SMS) di Doro Ncanga, Kecamatan Pekat.

Aksi pembakaran itu merupakan buntut protes mereka pada perusahaan yang dianggap menanam tebu di lahan warga. Perusahaan juga dituding telah menutup lahan bagi pakan ternak di wilayah Kabupaten Dompu.

Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Dompu Ajun Komisaris Besar Purnama, membenarkan adanya penahanan dua orang warga tersebut. “Kami melakukan penahanan karena dugaan keterlibatan sebagai pelaku pembakaran kantor PT SMS,” kata Purnama.

Adapun mengenai kericuhan pada Kamis sore ini, Purnama mengatakan polisi telah melepaskan tembakan peringatan saat warga mulai bertindak anarkis.
AKHYAR M NUR
Berita Terpopuler:
Chairul Tanjung Emoh Ajak Pejabat Naik Pesawatnya 
Agung Laksono Gantikan Suryadharma Ali 
Kerapatan Layar LG G3 Mencapai 538 Piksel 
Deddy Mizwar Pilih Prabowo-Hatta


tempo

guegamersBerita & PolitikDusun Konte,Kabupaten Dompu,Kecamatan Kempo,PT,SMS
TEMPO.CO, Jakarta - Warga dan mahasiswa yang melakukan aksi di Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Kamis 29 Mei 2014, bentrok dengan anggota kepolisian.Bentrok terjadi sekitar pukul 15.00 Wita dan mengakibatkan dua anggota kepolisian dan satu personel TNI terluka. Warga dalam aksinya menuntut pembebasan dua  temannya yang ditahan...

Comments

comments