JakVR - Virtual Reality Guide

Sabtu, 28 Juni 2014 | 10:32 WIB

BNN Bongkar Sindikat Sabu Malaysia-Iran

Obat-Obatan terlarang jenis baru Methylone atau dikenal dengan nama N-BOMB, Jakarta (14/11). Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis sejumlah narkoba terbaru yang baru dimasukkan ke dalam zat terlarang. TEMPO/Seto Wardhana.

TEMPO.CO, Tangerang-Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar sindikat narkotika jenis sabu (-amphetametamine) jaringan Malaysia-Iran. Petugas BNN mencokok SHB, 25 tahun warga negara Iran yang pindah kewarganegaraan menjadi WN Inggris. Petugas mengamankan tersangka sesaat setelah yang bersangkutan mendarat di Terminal 3 kedatangan Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa, 24 Juni 2014.

Juru bicara BNN, Komisaris besar Sumirat Dwiyanto, Sabtu, 28 Juni 2014 mengatakan penangkapan SHB merupakan pengembangan atas kasus ditangkapnya tersangka lain berinisial MST ( 37) yang juga WN Iran. Tersangka MST ditangkap pada 16 Juni 2014 di luar kantor pos sesaat setelah menerima paket asal Iran yang berisi serbuk mengandung sabu seberat + 25.060,6 gram. “Kasus ini berhasil diungkap berkat kerja sama BNN, Bea Cukai dan Kantor Pos Besar Jakarta,”ujar Sumirat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas tersangka MST, masalah ekonomi menjadi alasannya untuk menerima tawaran berbisnis narkotika. Kepada penyidik BNN, pada Mei 2014 MST menerangkan ia menerima tawaran pekerjaan sebagai kurir narkoba dari temannya bernama SHB.

Dari keterangan para tersangka, mereka berencana untuk menjual sabu hasil olahan itu pada anggota sindikat narkoba di Aceh, atas perintah seorang pria berinisial MHR yang berada di Malaysia.

Sumirat menyebutkan modus yang digunakan tersangka dengan cara mengemas paket sabu itu dicampur serbuk putih menyerupai tepung halus. Setelah paket dikemas dan dikirimkan dari Iran, MST mengambil kiriman barang itu, hingga petugas BNN kemudian mencokoknya.

Sumirat mengatakan, atas iming-iming imbalan uang senilai. 20 USD atau setara Rp 200 juta, skenarionya MST mengambil paket dari kantor pos lalu membawanya ke sebuah rumah yang akan dijadikan tempat penyimpanan sabu.

Sebelumnya, setelah menerima tawaran SHB, MST pun menghubungi rekannya berinisial MJD (44) sesama WN Iran untuk mencarikan rumah yang bisa dijadikan tempat penyimpanan sabu. Kepada MJD, MST menjanjikan imbalan sebesar Rp 50 juta jika tugas tersebut berhasil dilakukan.

Sedianya sabu bercampur serbuk putih seperti tepung halus itu akan dipisahkan untuk diolah menjadi sabu murni. Tim BNN pun selanjutnya melakukan penggeledahan tempat tinggal MST di apartemen Kalibata City. Di lokasi itu, petugas juga menyita kertas lembaran putih berukuran 50×50 cm sebanyak 30 lembar yang diduga digunakan untuk alat bantu proses pemurnian serbuk putih.

Untuk memurnikan sabu, MST menyebut ahlinya adalah SHB. Kawannya yang tinggal di Iran itu dapat memasak atau mengolah sabu secara utuh.

Petugas BNN melalui MST kemudian memancingnya untuk datang ke Indonesia, benar saja setelah SHB sampai di bandara, Tim BNN sigap menyergap. Tak mau kehilangan jejak MJD, BNN pun lalu mengamankan yang bersangkutan di loby Kalibata City, bersamaan dengan ditangkapnya MST. Dari keterangan MST, peredaran sabu untuk konsumsi di Aceh itu atas pengendalian sindikat narkotika atas perintah seorang pria berinisial MHR yang berada di Malaysia.

AYU CIPTA

Berita lain:
Roy Suryo Buka-bukaan Soal Ahok
Ini Kata Cak Lontong Soal Kostum Nazi Ahmad Dhani
Jurnalis Allan Ungkap Pembunuhan Aktivis Aceh
Jiplak Lagu Queen, Tim: Tanggung Jawab Dhani
Begini Petisi Dokter untuk Wali Kota Airin
Jusuf Kalla: Ahmad Dhani Melanggar Hukum


tempo

guegamersBerita & PolitikBNN,Iran,MST,SHB,WN
Sabtu, 28 Juni 2014 | 10:32 WIB Obat-Obatan terlarang jenis baru Methylone atau dikenal dengan nama N-BOMB, Jakarta (14/11). Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis sejumlah narkoba terbaru yang baru dimasukkan ke dalam zat terlarang. TEMPO/Seto Wardhana. TEMPO.CO, Tangerang-Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar sindikat narkotika jenis sabu (-amphetametamine) jaringan Malaysia-Iran. Petugas BNN...

Comments

comments