JakVR - Virtual Reality Guide

Obat palsu diamankan petugas kepolisian (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

Obat palsu diamankan petugas kepolisian (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAlife – Obat seharusnya digunakan atau dikonsumsi untuk menyembuhkan suatu penyakit. Tapi bagaimana jika obat yang dikonsumsi bukan produk asli? Bukan sehat yang didapat, melainkan kesehatan yang semakin memburuk, bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Membedakan obat asli dan palsu memang bukan hal yang mudah. Tetapi, bukan berarti Anda tidak dapat mencegahnya. Menurut Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan, Widyaretna Buenastuti, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari obat dan kosmetik palsu. 

Pertama, pastikan untuk membeli produk di tempat resmi. Menurutnya, saat ini masih ditemukan produk terutama kosmetik palsu yang diperjualbelikan di sentra perdagangan di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk hati-hati memilih tempat penjualan produk. 

Kedua, perhatikan kondisi kemasan. Penampilan fisik produk asli dan palsu seringkali tidak dapat dibedakan. 

“Kalau Anda merasa packaging-nya sudah beda, Anda boleh curiga. Tanyakan pada penjual. Biasanya untuk produk kosmetik tercantum hotline number-nya. Tetapi kalau obat biasanya tidak, jadi kita bisa tanya langsung apotekernya,” ujarnya saat diskusi Bahaya obat dan kosmetik palsu di @america, Jakarta.

Ketiga, perhatikan tanggal kadaluarsa dan nomor registrasi BPOM yang terdapat di luar kemasan. Umumnya, produk asli akan mencantumkan nomor registrasi tersebut. Selain itu, perhatikan juga nama perusahaan yang memproduksi obat tersebut.

Keempat, obat asli biasanya memiliki tanda lingkaran berwarna merah, biru, atau hijau, tergantung jenis obatnya. Jika tanda tersebut tidak tercantum pada kemasan, maka bisa dipastikan obat yang Anda beli merupakan obat palsu. 

Tidak jauh berbeda dengan obat, kosmetik asli dan palsu pun sulit dibedakan. Namun, jika Anda tiba-tiba mendapatkan harga kosmetik yang jauh lebih murah dibanding harga normal, Anda patut curiga. Karena bisa saja, kosmetik yang Anda beli bukan produk asli. (umi)


viva

guegamersBerita & PolitikAnhar Rizki Affandi,BPOM,Indonesia,Kalau Anda,Widyaretna Buenastuti
Obat palsu diamankan petugas kepolisian (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi) Obat palsu diamankan petugas kepolisian (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi) VIVAlife - Obat seharusnya digunakan atau dikonsumsi untuk menyembuhkan suatu penyakit. Tapi bagaimana jika obat yang dikonsumsi bukan produk asli? Bukan sehat yang didapat, melainkan kesehatan yang semakin memburuk, bahkan bisa menyebabkan kematian.  Membedakan obat asli dan...

Comments

comments