JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi keluarga. (istock)

Ilustrasi keluarga. (istock)

VIVAlife – Berkumpul bersama keluarga pasti diinginkan setiap orang. Suasana akrab dan hangat yang muncul bik bagi tumbuh kembang anak. Namun, tak selamanya hidup bersama keluarga akan menguntungkan. Sesekali berkumpul, misalnya saat Natal, tentu jadi pengecualian.

Saat Anda menikah dan memiliki keluarga sendiri, sudah sepantasnya membina rumah tangga di luar keluarga inti. Jika masih hidup menumpang, ada gesekan-gesekan yang kerap terjadi. Tak hanya itu, hidup bersama keluarga juga bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Mengutip laman Boldsky, berikut masalah yang bisa muncul akibat tinggal terlalu lama bersama keluarga. Alangkah baiknya, jika sudah memiliki keluarga sendiri, Anda tinggal terpisah. Toh, keluarga masih bisa berkumpul di akhir pekan atau hari-hari besar.

Kurang inisiatif

Saat keluarga Anda masih menumpang pada orang tua, biasanya kendali ada di tangan mereka. Padahal, orang tua sering bersikap konservatif atau ortodoks. Mereka memimpin dengan caranya, dan sebagai anak harus menurutinya.

Jika terus-terusan, itu tidak baik secara psikologis. Seorang kepala keluarga akan dianggap lemah dan tidak bisa mengembangkan aspirasinya. Itu juga bisa berdampak pada pekerjaan. Anda akan cenderung pasif dan tak punya daya kreasi. Inisiatif pun tak muncul.

Kurang privasi

Ini jelas dampak buruk dari tinggal bersama keluarga besar. Ruang privasi yang harusnya dimiliki untuk membangun rumah tangga sendiri, jadi terbagi. Anda tak bisa membesarkan anak-anak dengan cara Anda sendiri, karena biasanya orang tua masih ikut campur.

Masalah-masalah yang seharusnya Anda bicarakan berdua dengan istri saja, juga terkadang tidak bisa tersampaikan secara bebas. Padahal, masalah rumah tangga satu dengan yang lain bisa saja berbeda. Anda boleh curhat pada orang tua, tapi sebaiknya selesaikan sendiri lebih dulu.

Membatasi wanita

Secara mental, wanita yang masih tinggal menumpang dengan orang tua padahal ia sudah berkeluarga, akan terbatasi. Apalagi jika berada di rumah mertua. Ia harus melakukan segala urusannya dengan benar jika tak ingin mendapat komentar buruk.

Ada beberapa wanita yang mudah beradaptasi dan baik-baik saja dengan kondisi itu, tapi sebagian lainnya tidak. Mereka jadi tidak bisa berkarya dan membangun rumah tangga sesuai yang diidamkan.

Masalah ekonomi

Karena tinggal bersama, tidak mungkin Anda tidak membantu keluarga secara ekonomi. Padahal, mungkin kondisi keuangan Anda sendiri masih belum stabil. Ini juga salah satu dampak buruk tinggal bersama keluarga besar. Jika terus bersikeras bertahan, konflik-konflik lain mungkin akan muncul.

Meski begitu, bukan berarti Anda tak boleh tinggal bersama keluarga atau membantu orang tua sendiri. Namun, ada baiknya membangun dinding privasi baik soal masalah internal keluarga maupun ekonomi, agar bisa mandiri dan lebih tegar menghadapi hidup.


viva

guegamersBerita & PolitikSaat Anda
Ilustrasi keluarga. (istock) Ilustrasi keluarga. (istock) VIVAlife - Berkumpul bersama keluarga pasti diinginkan setiap orang. Suasana akrab dan hangat yang muncul bik bagi tumbuh kembang anak. Namun, tak selamanya hidup bersama keluarga akan menguntungkan. Sesekali berkumpul, misalnya saat Natal, tentu jadi pengecualian.Saat Anda menikah dan memiliki keluarga sendiri, sudah sepantasnya membina...

Comments

comments