JakVR - Virtual Reality Guide

Guegamers – Berapa banyak bukti yang harus dilemparkan penelitian-penelitian di luar sana untuk mengubah persepsi negatif sebagian besar orang awam terkait video game. Argumen tentang bagaimana video game membuat anak menjadi anti-sosial, malas, dan tidak bisa berfungsi sebagai seorang manusia produktif terus jadi sesuatu yang didengungkan, bahkan di negara tercinta kita sekalipun – Indonesia.  

Padahal di sisi lain, “pintu keluar” sementara dari kerasnya hidup di dunia nyata ini sebenarnya punya banyak efek positif jika dinikmati dalam waktu yang proporsional. Hal ini jugalah yang ditemukan oleh penelitian psikologi terbaru yang diselenggarakan oleh University of California. Terutama saat ini di hebohkan 15 Game yang akan di Blokir oleh Kemendikbud atas pengajuan dari KPAI

Dalam rilis jurnal terbaru – Policy Insights from the Behavioral and Brain Sciences – dari Prof. Psikologi University of California – Aaron Seitz, membuktikan bahwa video game, terlepas dari genre apapun yang ia usung, sebenarnya punya kontribusi positif pada kemampuan berpikir seseorang.

Game-game sekelas Call of Duty ataupun Wolfenstein: The New Order , bahkan GTA V sekalipun, punyakontribusi positif untuk meningkatkan  kemampuan persepsi dasar, konsentrasi, dan juga mengambil keputusan. Alasannya? Karena game non-puzzle sekalipun akan menuntut Anda untuk merespon dengan cepat beragam stimulus yang muncul secara visual dalam waktu singkat dan bersamaan, melatih cara kerja otak di beberapa area khusus. Ia bahkan menyebut bahwa game-game seperti ini akan sangat membantu para pekerja yang butuh kemampuan koordinasi tangan dan mata yang baik, Berikut Dampak Positif Bermain Games

1. Belajar menyelesaikan masalah
Anak-anak diajak untuk menghadapi masalah dalam suatu permainan. Di situ mereka mau tak mau harus berpikir bagaimana mencari solusi dari sebuah problem. Ini memicu mereka berpikir logis untuk mengolah data.

2. Belajar bersosialisasi
Ada banyak permainan yang melibatkan tim. Terutama video games online. Di sini anak-anak belajar bersosialisasi, bekerja dalam tim, atau berkompetisi. Mengajarkan anak untuk bergaul dengan teman yang tidak selalu sama usianya.

3. Belajar meraih sesuatu dengan baik
Video games membuat anak terdorong untuk terus berusaha meraih sesuatu demi mendapatkan reward. Tentu saja harus dilakukan dengan baik, yaitu tidak curang, tidak lekas putus asa. Anak-anak belajar untuk memahami bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus dengan usaha.

4. Belajar berpikir strategis
Permainan jenis strategi akan mendorong anak untuk terbiasa berpikir secara trategis. Hal ini tidak selalu hadir di kehidupan sehari-hari.

5. Belajar team work
Banyak permainan yang harus dimainkan secara tim atau bekerjasama. Anak-anak akan mulai memahami bahwa kerjasama itu dibutuhkan di suatu kondisi.

6. Meningkatkan kemampuan koordinasi mata dan tangan
Kecepatan respon antara mata dan tangan sangat dibutuhkan di beberapa jenis games. Sistem koordinasi antara mata dengan tangan akan membaik dengan cara ini.

guegamersNewsgamers,games,KPAI,positif
Guegamers - Berapa banyak bukti yang harus dilemparkan penelitian-penelitian di luar sana untuk mengubah persepsi negatif sebagian besar orang awam terkait video game. Argumen tentang bagaimana video game membuat anak menjadi anti-sosial, malas, dan tidak bisa berfungsi sebagai seorang manusia produktif terus jadi sesuatu yang didengungkan, bahkan di negara...

Comments

comments