JakVR - Virtual Reality Guide

Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque (kiri), berjalan sambil tertunduk usai Spanyol dikalahkan Chile di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, 18 Juni 2014. Kekalahan Spanyol juga menambah catatan rekor buruk juara bertahan di ajang piala dunia. (AP/Christophe Ena)

TEMPO.CO, Jakarta – Spanyol yang merupakan juara bertahan Piala Dunia dihantam Belanda 5-1 dan dikalahkan Cile 2-0. Spanyol gagal lolos ke babak 16 Besar. Kekalahan dari Belanda bahkan merupakan hasil terburuk mereka dalam 50 tahun terakhir. Pelatih Spanyol, Vincente del Bosque, mengutarakan keinginan untuk melepas jabatannya menyusul hasil buruk yang didapat timnya di Piala Dunia.

Menurut del Bosque, dia akan pergi dari tim nasional jika memang menjadi sumber masalah. “Kepentingan tim nasional dan federasi ada di atas kepentingan pribadi saat aku membuat keputusan,” kata del Bosque. Pelatih berusia 63 tahun itu mengatakan kekalahan yang diterima Spanyol adalah hal yang pahit. “Inilah kenyataan yang ada dan jika diserahkan padaku, aku ingin melakukan apa yang terbaik untuk tim nasional,” kata del Bosque. (Baca: Tersandera Kejayaan)

Namun Federasi Sepak Bola Spanyol menginginkan del Bosque untuk meneruskan posisinya sebagai pelatih. “Jika dia benar-benar mundur, kami akan mencoba meyakinkannya untuk tetap melatih,” kata Jorge Perez, sekretaris jenderal Federasi kepada radio Spanyol seperti ditulis BBC, 20 Juni 2014.

Bersama del Bosque, Spanyol sukses menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Del Bosque mengatakan posisinya sebagai pelatih berada dalam tekanan besar usai kalah dari Cile. Namun Perez mengatakan pihaknya akan menunggu hingga pertandingan terakhir Spanyol di Piala Dunia menghadapi Australia sebelum mendiskusikan masa depan del Bosque. (Baca: Del Bosque: Spanyol Layak Tersingkir)

“Kami masih belum berdiskusi dengan Del Bosque, lebih baik tetap menjaga situasi lalu berbicara dengan tenang di Madrid,” kata Perez. “Keluarganya mungkin saja meyakinkan dia untuk pergi tapi kami tidak menemukan siapapun yang lebih baik.”

Selain buruknya penampilan Spanyol, del Bosque juga dikritik karena memilih Iker Casillas. Kiper Real Madrid itu membuat beberapa kesalahan fatal dalam dua laga yang dilakoni Spanyol. Di bawah penjagaan Casillas, gawang Spanyol kebobolan tujuh gol sementara tim itu hanya memasukkan satu gol. (Baca:Del Bosque Akui Spanyol Bermain Buruk)

Dukungan Perez di hadapan publik mengindikasikan posisi del Bosque sebagai pelatih Spanyol tetap aman. Pelatih itu diprediksi tetap mendampingi Spanyol untuk meraih juara Piala Eropa pada 2016.

BBC | FOOTBALL ESPANA | GABRIEL WAHYU TITIYOGA

Melihat Pusat Rehabilitasi Narkoba di Tiongkok

Melihat Pusat Rehabilitasi Narkoba di Tiongkok

Serunya Penggemar Bulu Tangkis di Indonesia Open

Serunya Penggemar Bulu Tangkis di Indonesia Open

Surfer Ajari Anak dengan Autisme Berselancar

Surfer Ajari Anak dengan Autisme Berselancar

Ekspresi Kemenangan di Final Indonesia Open

Ekspresi Kemenangan di Final Indonesia Open

Keceriaan Peserta JaKarnaval 2014

Keceriaan Peserta JaKarnaval 2014

Prabowo-Hatta Gelar Kampanye Akbar di Senayan

Prabowo-Hatta Gelar Kampanye Akbar di Senayan


tempo

guegamersBerita & PolitikDel Bosque,Indonesia,Pelatih Spanyol,Piala Dunia,Piala Eropa
Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque (kiri), berjalan sambil tertunduk usai Spanyol dikalahkan Chile di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, 18 Juni 2014. Kekalahan Spanyol juga menambah catatan rekor buruk juara bertahan di ajang piala dunia. (AP/Christophe Ena) TEMPO.CO, Jakarta - Spanyol yang merupakan juara bertahan Piala Dunia dihantam Belanda...

Comments

comments