JakVR - Virtual Reality Guide

Waldjinah (Vivalife/ Fajar Solo)

Waldjinah (Vivalife/ Fajar Solo)

VIVAlife – Penyanyi Waldjinah merasa bangga setelah album terakhirnya bisa dinikmati oleh khalayak publik. Album berjudul Waljinah Kroncongnova itu sudah dirilis sejak lima bulan lalu. Album yang berisis 10 lagu ini diproduseri oleh musisi yang lama menetap di Hongkong, James Chu.

James Chu menceritakan bahwa dirinya memang berniat untuk memproduksi album berirama keroncong. Harapannya agar musik keroncong kembali digandrungi oleh masyarakat luas. Menurutnya musik keroncong harus tetap dilestarikan. Karena musik keroncong ini merupakan ‘musik klasik’ yang memiliki keunikan.

“Awalnya memang saya suka dengan musik keroncong. Jadi kalau mau digimanain, namanya cinta pasti menginginkan musik keroncong ini tetap ada di kalangan masyarakat. Makanya kemudian saya mengajak Ibu Waldjinah untuk membawakan musik keroncong,“ jelas James Chu saat bertandang di rumah Waldjinah, Jalan Parang Cantel, Mangkuyudan, Solo.

Berbeda dengan album musik keroncong lainnya, album yang diproduksi oleh label Platinum Record membawakan musik pop. Jenis musik pop dipilih agar banyak masyarakat bisa lebih mencerna dan menikmati musik keroncong.

“Lirik lagunya memang bukan lagu-lagu keroncong, tetapi lagu-lagu pop lawas. Tetapi kami mengemas lagu-lagu itu tetap menggunakan orkestrasi keroncong. Kami juga menambahkan intstrumen musik, gitar hawai dalam arransemen lagu-lagu dalam album itu,“ ungkap James.

Lantaran ingin memberikan paket yang komplet, album ini dikemas dengan cover yang mewah. Tidak hanya menawarkan compact disc tetapi juga DVD. Bahkan dalam album yang dijual dengan banderol Rp 129.000 ini juga ada rekaman wawancara dengan Waldjinah.

Saking mewahnya untuk urusan cover album, Waldjinah menyebut jika album paling mewah dibanding album-album pendahulunya. “Iya, ini albumnya paling bagus, mewah. Baru kali ini albumnya komplit,“ ujar Waldjinah.

Album tersebut direkam sejak tahun 2012 lalu, tepatnya selepas Waldjinah sakit. Lagu-lagu tersebut direkam di salah satu studio di Solo. “Dulu rekamannya habis sakit. Makanya kurang masksimal dalam merekamnya. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa,” jelas Waldjinah.

Dalam album itu otal ada 10 lagu pop kenangan.  Di antaranya Terlambat Sudah, Antara Benci dan Rindu, Jangan Ditanya, Usah Kau Harap Lagi, Mengapa Harus Jumpa, Layu Sebelum Berkembang, Mulanya Biasa Saja, Tanpamu, Kerinduan, Setulus Hatimu, Semurni Cintamu. (sj)


viva

guegamersSelebritisJames Chu,Mengapa Harus Jumpa,Usah Kau Harap Lagi,Waldjinah Vivalife Fajar Solo,Waljinah Kroncongnova
Waldjinah (Vivalife/ Fajar Solo) Waldjinah (Vivalife/ Fajar Solo) VIVAlife - Penyanyi Waldjinah merasa bangga setelah album terakhirnya bisa dinikmati oleh khalayak publik. Album berjudul Waljinah Kroncongnova itu sudah dirilis sejak lima bulan lalu. Album yang berisis 10 lagu ini diproduseri oleh musisi yang lama menetap di Hongkong, James Chu.James Chu menceritakan...

Comments

comments