JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi obat-obatan. (istockphoto)

Ilustrasi obat-obatan. (istockphoto)

VIVAlife – Efektivitas obat masih dipertanyakan jika penyakit tak kunjung sembuh. Ini bisa jadi karena pola konsumsi pasien yang tak sesuai atau pun obat yang tidak cocok. Untuk menjawab masalah ini, ilmuwan telah menciptakan sebuah pil pendeteksi efektivitas obat.

Pil inovatif ini dilengkapi dengan sensor dan dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi di California, Amerika Serikat. Dibuatnya dari tembaga, magnesium dan silikon yang mudah dicerna.

Ketika pil dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh, logam-logam tersebut akan berinteraksi dengan cairan lambung sehingga menghasilkan tenaga pada sensor. Kemudian, sensor akan mengirimkan pesan mengenai kinerja obat melalui teknologi nirkabel. Data-data yang dikirim dapat dilihat oleh dokter, perawat maupun anggota keluarga pasien.   

Terobosan ini diperuntukkan bagi pasien yang harus setiap hari meneguk obat, seperti penderita penyakit jantung dan Alzheimer. Namun tentunya, konsumsi harus berdasarkan resep dokter.

Dengan meneguk pil tersebut, pola konsumsi obat akan terlihat sehingga efektivitasnya bisa ditingkatkan. Tapi sayangnya, pil inovatif ini punya kelemahan karena data pribadi pasien akan diketahui oleh orang lain dan dapat tersebar luas. (eh)

Sumber: tvOne


viva

guegamersBerita & PolitikAmerika Serikat,obat
Ilustrasi obat-obatan. (istockphoto) Ilustrasi obat-obatan. (istockphoto) VIVAlife - Efektivitas obat masih dipertanyakan jika penyakit tak kunjung sembuh. Ini bisa jadi karena pola konsumsi pasien yang tak sesuai atau pun obat yang tidak cocok. Untuk menjawab masalah ini, ilmuwan telah menciptakan sebuah pil pendeteksi efektivitas obat. Pil inovatif ini dilengkapi dengan sensor dan...

Comments

comments