JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi telinga.  

VIVAlife – Wanita biasanya mengkhawatirkan kerut di dahi, ujung mata, dan sudut bibir. Namun ada beberapa lainnya yang memerhatikan kerut di telinga. Tanda penuaan itu meruntuhkan percaya diri.

Itu dirasakan Christine Hockney, wanita 58 tahun asal Southampton. Semasa muda, ia suka berganti anting. Perhiasan yang berat-berat ia kenakan. Kini, ia punya telinga yang tampak jauh lebih tua.

Ia juga hanya bisa mengenakan anting yang kecil. Jika sedikit berat, telinganya terasa seperti hendak putus. Itu sangat berdampak pada tatanan rambut, riasan, dan busana yang ingin ia kenakan.

Masalah yang dialami Hockney sirna setelah ia menemukan metode kecantikan baru. Jika wanita lain lebih memilih botox, ia membayar ahli kecantikan untuk eartox, alias metode meremajakan telinga.

Seorang dokter kosmetik, Carolyn Berry menerangkan, daun telinga akan disuntik dengan cairan pengisi dan pengembang di beberapa area. Hasilnya, jaringan kulit di area itu jadi lebih lembut dan terhidrasi.

“Prosedur ini tidak menyakitkan dan sangat nyaman. Tidak ada efek samping. Bahkan tidak ada rasa sakit maupun bengkak,” Hockney menuturkan. Perawatan itu langsung membuatnya percaya diri.

Kini, ibu satu anak itu merasa usia wajah dan telinganya sama muda. Ia bisa bereksperimen dengan tatanan rambut, anting, perhiasan, riasan, dan busana apapun. “Saya mencintai aksesori,” ungkapnya senang. (adi)

Sumber: Daily Mail


viva

guegamersBerita & Politikanak,Carolyn Berry,Christine Hockney,Daily Mail
Ilustrasi telinga.   VIVAlife - Wanita biasanya mengkhawatirkan kerut di dahi, ujung mata, dan sudut bibir. Namun ada beberapa lainnya yang memerhatikan kerut di telinga. Tanda penuaan itu meruntuhkan percaya diri.Itu dirasakan Christine Hockney, wanita 58 tahun asal Southampton. Semasa muda, ia suka berganti anting. Perhiasan yang berat-berat ia kenakan....

Comments

comments