JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi wanita. (iStock)

Ilustrasi wanita. (iStock)

VIVAlife – Wanita lajang selalu sensitif soal pernikahan. Sebab, mereka dituntut paradigma bahwa menikah ada batas usianya. Belum lagi anggapan bahwa belum menikah adalah tanda tak disukai pria.

Waktu-waktu berkumpul terkadang dijauhi wanita lajang. Mereka menghindari pertanyaan yang sering diberondongkan oleh orang-orang tua. Padahal, mungkin mereka punya prioritas sendiri selain menikah.

Sebaiknya, jangan melontarkan pertanyaan yang bisa menyinggung dan membuat mereka sakit hati, seperti yang dilansir Boldsky berikut.

Kenapa masih lajang?

Ini pertanyaan umum untuk wanita lajang di atas usia 30 tahun. Mereka malas mendengarnya karena bingung soal jawaban. Jika menyebut memilih karier atau belum ada pasangan, urusan makin panjang.

Orientasi seksual?

Ini jelas menyinggung perasaan wanita yang belum menikah. Bukan berarti wanita lajang berbeda secara orientasi seksual. Jangan sekali-sekali melemparkan pertanyaan ini, meski konteksnya hanya bercanda.

Mungkin terlalu pemilih?

Ini juga pernyataan yang paling dibenci wanita lajang. Sebab, si pemberi pertanyaan belum tentu tahu betul soal pribadi mereka. Lagipula, tak ada salahnya menjadi terlalu pemilih untuk yang terbaik bukan?

Cantik, kok belum menikah?

Wajah menarik belum tentu cepat menikah. Pertanyaan ini memiliki kesan, meski cantik mereka tidak “laku” di kalangan pria. Padahal, menikah bukan soal laku tidak laku. Melainkan, hati dan kesiapan. (ren)


viva

guegamersBerita & Politikpernikahan
Ilustrasi wanita. (iStock) Ilustrasi wanita. (iStock) VIVAlife - Wanita lajang selalu sensitif soal pernikahan. Sebab, mereka dituntut paradigma bahwa menikah ada batas usianya. Belum lagi anggapan bahwa belum menikah adalah tanda tak disukai pria.Waktu-waktu berkumpul terkadang dijauhi wanita lajang. Mereka menghindari pertanyaan yang sering diberondongkan oleh orang-orang tua. Padahal, mungkin mereka...

Comments

comments