JakVR - Virtual Reality Guide

ESL One, Salah satu turnamen terbesar Dota 2 sebelum event Kejuaraan dunia Dota 2 The International baru saja berakhir. Turnamen yang digelar di stadion besar di Frankfurt, Jerman ini mengundang banyak tim-tim profesional Dota 2 yang bertarung satu sama lain diantaranya Alliance, Cloud Nine, IG, EG, Na'Vi, Empire, dll. Dalam pertarungan besar turnamen ESL ini akhirnya tim cina IG berhasil keluar sebagai juara 1.

IG (Invictus Gaming) yang sebelumnya berhadapan dengan tim asal Amerika EG (Evil Geniuses) berhasil unggul dengan skor 2-1 dan keluar sebagai juara 1 dengan hadiah 80.000 USD.

Tim EG sebelumnya mengikuti turnamen ESL dengan penuh kepercayaan diri. Terbukti mereka berhasil mengalahkan IG dibabak pertama dengan skor  1-0 dengan strategi bermain cepat pushing 5 man. IG yang terkenal dengan permainan Late (Ferrari_430) awalnya tersungkur dengan strategi push yang digencarkan oleh Artezzy dan kawan-kawan. Tapi ternyata pada game kedua IG merubah strategi mereka menjadi ganking awal dan melancarkan serangan beruntun dengan hero massive damage (nuke). Terbukti strategi ini berhasil menumbangkan EG 2 ronde sekaligus terutama dengan Luo sebagai Invoker.

 

Ronde Pertama: IG VS EG

Di Ronde pertama, IG menggunakan strategi kombinasi hero Pugna, ehcnatress dan viper untuk penghancur tower dan hal ini terbukti berhasil merebut 2 tower awal EG dan melimpahkan gold kepada Doom Ferrari. Tetapi pick hero EG ternyata lebih punya potensi bertarung lebih baik. Kombinasi Razor, DT Chrono dan Sand King Epicenter dapat meluluhlantakan pertahanan IG dengan cepat. Dan pada menit 40 IG dipaksa mengatakan GG kepada EG karena permainannya yang sangat gemilang.

 

Game 2:

 

Game 2 EG membuat kesalahan dengan membiarkan Ferrari pick Ember Spirit dan Luo sebagai Invoker. EG masih menggunakan strategi yang sama untuk menumbangkan IG dengan 5 man pushing, tetapi karena ada invoker dan rubik, EG malah berbalik rata. EG di game kedua ini ingin mengulur waktu hingga Artezzy (Phantom Assassin) membeli BKB. Mereka melindungi Artezzy yang Solo Mid, tapi pada menit 15 semua malah berbalik.

Awalnya EG membeli dagger dengan waktu yang sangat cepat pada Sand King dan Batrider. Merasa unggul akan strategi, EG bermain lebih agresive yang ternyata malah berbalik menjadi bumerang. IG dengan strategi sacred arrow, searing chain dan meteor berhasil menghancurkan Artezzy dan Sand King sangat mudah. Pada menit 26, EG dipaksa mengatakan GG dan mengalah dengan skor 1-1.

 

Game 3:

 

Di Ronde ketiga, IG mengeluarkan strategi unggulan mereka terhadap IG yakni agressive gank. EG yang mengeluarkan duet Io dan Tiny nyatanya tidak berhasil mengalahkan IG dengan kombinasi torrent, Sonic Wave dan meteor. Parahnya pada babak ketiga ini, EG bak menjadi seorang tim newbie dimana IG membabat tim asal Amerika dengan skor 22-0 tanpa kill satupun! EG dipaksa mengalah pada menit 28 dan menjadi juara kedua didalam turnamen ESL One.

 

Juara 1 berhasil diraih oleh IG dengan hadiah $80.000 USD

Juara 2 berhasil diraih oleh EG dengan hadiah $40.000 USD

Juara 3-4 berhasil diraih oleh Alliance dan Fnatic dengan hadiah $20.000 USD

Juara 5-8 berhasil diraih oleh mousesports, Vici Gaming, Cloud9, Natus Vincere dengan hadiah $10.000 USD

 

guegamersNewsdota 2,EG,ESL,IG,pro gaming,tournament,valve
ESL One, Salah satu turnamen terbesar Dota 2 sebelum event Kejuaraan dunia Dota 2 The International baru saja berakhir. Turnamen yang digelar di stadion besar di Frankfurt, Jerman ini mengundang banyak tim-tim profesional Dota 2 yang bertarung satu sama lain diantaranya Alliance, Cloud Nine, IG, EG, Na'Vi, Empire, dll....

Comments

comments