JakVR - Virtual Reality Guide

Pulau Okunoshima, Jepang, pernah menjadi pabrik gas beracun dengan kelinci sebagai hewan percobaan. (Tofugu)

Pulau Okunoshima, Jepang, pernah menjadi pabrik gas beracun dengan kelinci sebagai hewan percobaan. (Tofugu)

VIVAlife – Memang terdapat tantangan tersendiri saat mengunjungi pulau yang dianggap mematikan. Namun bukan berarti resiko kesehatan harus dikesampingkan begitu saja. Pasalnya, di beberapa pulau ini masih ditemukan jejak radioaktif atau gas beracun.

Berikut daftarnya, seperti dilansir Environmental Graffiti:

Vocrozhdeniya, Kazakhstan
Vozrozhdeniya merupakan sebuah pulau yang dimiliki Kazakhstan dan Uzbekistan. Tadinya pulau ini terpisah oleh laut, namun kelamaan, air Laut Aral menyusut hingga pulau ini bersatu dengan pulau utama. Pulau ini dianggap mematikan karena pernah menjadi pusat pembuatan senjata biologi oleh Uni Soviet di tahun 1948. Virus seperti anthrax, tularemia dan cacar pernah dibuat di sini.

Bikini Atoll, Kepulauan Marshall
Adalah Operation Crossroads, proyek ledakan nuklir AS yang dilakukan di Bikini Atoll sekitar tahun 1946. Pulau yang menjadi bagian dari Pulau Marshall ini pun dipenuhi ledakan nuklir berbahaya, menyebabkan kontaminasi baik udara maupun zat radioaktif di perairannya.Pada tahun 1954, AS juga meledakkan bom hidrogen pertama di Bikini Atoll sebagai bagian dari Operation Castle Bravo. Ini adalah ledakan nuklir terbesar yang pernah diciptakan AS. Risikonya bahkan melebihi yang diperkirakan, pulau-pulau di sekitarnya terkontaminasi. Dampak tersebut masih ada hingga puluhan tahun setelahnya. Pada 1978, ilmuwan asal Prancis menemukan zat berbahaya dalam tubuh masyarakat lokal yang mayoritas nelayan. Banyak penyakit aneh yang bersarang di tubuh mereka.

Pulau Farallon, Amerika Serikat

Pulau Farallon adalah sebuah pulau cantik di pesisir San Francisco, AS. Perairan di sekitar pulau ini menjadi habitat paus, anjing laut, dan berbagai jenis hiu. Para penyelam pun sering menyambangi Pulau Farallon untuk melihat keindahan bawah lautnya. Namun ada hal wajib yang harus diperhatikan oleh wisatawan. Di tahun 1946 hingga 1970, perairan sekitar pulau ini dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah nuklir. Kabarnya, bekas limbah ini masih ‘meradang’ di perairan tersebut hingga sekarang.

Pulau Okunoshima, Jepang
Dikenal sebagai Pulau Kelinci, Okunoshima adalah rumah bagi pabrik gas beracun Jepang selama Perang Dunia II. Karena kerahasiaan sangat penting bagi Jepang, maka pulau ini dihapus dari peta pulau mereka. Terdapat enam kilo ton gas beracun yang diproduksi di pulau ini, dengan kelinci sebagai hewan percobaan. Perang sekutu berhasil menyingkirkan semua gas beracun tersebut. Kelinci pun dilepaskan dan dilindungi di pulau ini. Okunoshima kini telah dibersihkan, namun belum ada penelitan yang menyatakan pulau tersebut telah bebas dari gas beracun.


viva

guegamersBerita & PolitikAmerika Serikat,Bikini Atoll,Operation Castle Bravo,Pulau Farallon,Pulau Marshall,Pulau Okunoshima
Pulau Okunoshima, Jepang, pernah menjadi pabrik gas beracun dengan kelinci sebagai hewan percobaan. (Tofugu) Pulau Okunoshima, Jepang, pernah menjadi pabrik gas beracun dengan kelinci sebagai hewan percobaan. (Tofugu) VIVAlife - Memang terdapat tantangan tersendiri saat mengunjungi pulau yang dianggap mematikan. Namun bukan berarti resiko kesehatan harus dikesampingkan begitu saja. Pasalnya, di...

Comments

comments