JakVR - Virtual Reality Guide

Karena Jokowi, Metode Kampanye PDIP Diubah

Seorang simpatisan PDIP Perjuangan memasang foto Jokowi di sebuah rumah yang dijadikan posko pemenangan Jokowi sebagai Presiden di Tajinan, Malang, Jawa Timur (15/3). Sejumlah DPC PDIP di kawasan tersebut mulai mendirikan posko pemenangan Jokowi sebagai Presiden usai dicalonkannya Gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai calon presiden oleh Ketua Umum DPC PDIP, Megawati Sukarno Putri. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

TEMPO.CO, JakartaJoko Widodo, calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, memulai tugasnya sebagai juru kampanye Partai Banteng di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta itu akan melakukan napak tilas gedung-gedung bersejarah, seperti Museum Sumpah Pemuda dan Gedung Pancasila, ditemani sejumlah elite partai. (Baca: Kampanye Pertama, Jokowi Putar-putar Museum)

“Kami menelusuri jejak sejarah,” kata Wakil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Ahad, 16 Maret 2014. Dia mengatakan konsep kampanye PDIP sengaja dibuat sederhana. Sejumlah lokasi kampanye PDIP hari ini antara lain Gedung Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum BPUPKI, Gedung Pola dan Gedung Cendrawasih.

Adapun Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Eriko Sotadurga mengatakan kampanye PDI Perjuangan di Jakarta tak mengandalkan pengumpulan massa atau pawai. Musababnya, kampanye model lama itu cenderung menimbulkan kemacetan.

Kampanye yang melibatkan Jokowi, katanya, lebih banyak mengandalkan kunjungan ke warga, atau yang lebih dikenal sebagai blusukan. Selain itu, PDI Perjuangan akan melakukan kampanye yang bersifat membantu warga, seperti pengobatan massal atau bakti sosial. (Baca juga: Kampanye Jokowi Tiru Soekarno, PDI-P: Itu Tradisi)

Tahapan kampanye terbuka pada Pemilu 2014 mulai dilaksanakan hari ini hingga tiga pekan ke depan. Kemarin, Komisi Pemilihan Umum mengumpulkan seluruh pimpinan partai politik peserta pemilu di Lapangan Silang Monumen Nasional untuk mendeklarasikan kampanye damai. Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam sambutannya mengingatkan partai agar berkampanye tanpa politik uang dan tetap menjaga kedamaian.

WAYAN AGUS PURNOMO | KHAIRUL ANAM | INDRA WIJAYA

Topik terhangat:
Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

Berita terpopuler lainnya:
Malaysia Airlines Terbang hingga Dekat Perth?
Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran
Fakta Baru: Mayat Usamah Ditembaki Ratusan Kali
Najib Razak: Hilangnya MH370 karena ‘Kesengajaan’ 
Sinyal Malaysia Airlines Masih Ada 6 Jam Setelah Hilang


tempo

guegamersBerita & PolitikDKI,Indonesia,Malaysia,PDI,Sumpah Pemuda
Seorang simpatisan PDIP Perjuangan memasang foto Jokowi di sebuah rumah yang dijadikan posko pemenangan Jokowi sebagai Presiden di Tajinan, Malang, Jawa Timur (15/3). Sejumlah DPC PDIP di kawasan tersebut mulai mendirikan posko pemenangan Jokowi sebagai Presiden usai dicalonkannya Gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai calon presiden oleh Ketua Umum DPC...

Comments

comments