JakVR - Virtual Reality Guide

Mereka yang teliti di usia muda, punya riwayat kesehatan yang lebih baik di usia tua. (REUTERS/David W Cerny )

Mereka yang teliti di usia muda, punya riwayat kesehatan yang lebih baik di usia tua. (REUTERS/David W Cerny )

VIVAlife – Saat memeriksa kondisi kesehatan di rumah sakit, dokter biasanya akan melakukan pengecekan tekanan darah dan indeks massa tubuh. Tapi menurut para ilmuwan, jika ingin mengetahui kesehatan secara keseluruhan, dokter sebaiknya juga turut mengkaji kepribadian pasien. 

Sebab, kepribadian juga memiliki keterkaitan terhadap kesehatan seseorang. Sama seperti riwayat kesehatan keluarga atau kebiasaan merokok. 

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Duke University di North Carolina mengatakan, kepribadian menentukan seberapa baik seseorang dalam menjaga kondisi kesehatan mereka sendiri. Ini yang berpengaruh pada risiko penyakit yang akan dihadapi dan panjangnya usia. 

Misalnya, orang-orang yang teliti memiliki kemungkinan yang lebih kecil bermasalah dengan kesehatan dibanding mereka yang kurang teliti. 

"Perawatan kesehatan terbaik adalah yang memeriksa seluruh aspek pasien, termasuk bagaimana dampak karakter kepribadian terhadap sikap, perilaku, dan kesehatan mereka," papar Norman Anderson, salah satu peneliti, seperti dikutip Daily Mail.

Para peneliti mengatakan bahwa menjadi teliti adalah karakter paling penting yang harus dimiliki seseorang dalam menentukan kesehatan mereka di masa depan. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang yang teliti di usia 26 tahun, memiliki kesehatan yang jauh lebih baik saat usianya 38 tahun dibanding mereka yang kurang teliti saat usia 20-an. 

Dalam penelitian ini, 45 persen partisipan yang kurang teliti mengalami beberapa masalah kesehatan ketika berusia 38 tahun. Hanya 18 persen saja partisipan yang teliti mengalami masalah kesehatan. 

"Individu yang kurang teliti biasanya mengalami masalah berat badan, kolesterol tinggi, peradangan, hipertensi dan tingkat yang lebih besar dari penyakit gusi," lanjut Anderson. 

Sedangkan orang-orang yang teliti cenderung memiliki gaya hidup yang aktif, mampu mempertahankan pola makan yang sehat dan mampu melakukan pengendalian diri. Sehingga kemungkinan mereka memiliki kebiasaan merokok atau penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang lebih kecil. Ini yang menjelaskan hubungan antara karakter dan kesehatan yang lebih baik. 

Untuk melaksanakan penelitian ini, para peneliti memeriksa data dari sebuah penelitian pengembangan kesehatan di Selandia Baru yang melibatkan 1.037 partisipan kelahiran April 1972 hingga Maret 1973. Para partisipan diperiksa dua tahun sekali sejak lahir hingga berusia 38 tahun. 

Saat partisipan menginjak usia 26 tahun, ilmuwan meminta orang yang mengenal partisipan, seperti orang tua, pasangan, atau sahabat, untuk mendefinisikan karakter mereka. Dan pada usia 38 tahun, partisipan mendapat pemeriksaan fisik untuk menguji fungsi ginjal dan hati, tekanan darah, kebugaran jantung dan paru, peradangan pembuluh darah, serta penyakit terkait gusi.

"Temuan kami menunjukkan bahwa selain mempertimbangkan 'apa' pasien memiliki risiko penyakit yang berkaitan dengan usia. Dokter juga bisa mendapatkan keuntungan dengan mengetahui "siapa" pasien lewat kepribadiannya untuk mendapat perawatan yang lebih efektif," ujar Anderson. (eh)


viva

guegamersBerita & PolitikDaily Mail,Norman Anderson,North Carolina,REUTERS,Selandia Baru
Mereka yang teliti di usia muda, punya riwayat kesehatan yang lebih baik di usia tua. (REUTERS/David W Cerny ) Mereka yang teliti di usia muda, punya riwayat kesehatan yang lebih baik di usia tua. (REUTERS/David W Cerny ) VIVAlife - Saat memeriksa kondisi kesehatan di rumah sakit, dokter biasanya akan melakukan...

Comments

comments