JakVR - Virtual Reality Guide

Perut ramping tak hanya soal diet. (istockphoto)

Perut ramping tak hanya soal diet. (istockphoto)

VIVAlife – Pola makan bukan satu-satunya penyebab seseorang tumbuh subur. Banyak faktor lain yang mendukung pertumbuhan ini, salah satunya kepribadian. Mengapa bisa? Fox News menuliskan beberapa alasannya.

Misalnya orang dengan kepribadian impulsif disebut sulit untuk menahan keinginan. Ini terbukti dari sebuah penelitian yang dilakukan tahun 1972. Sekelompok anak ditawari dua pilihan. Satu atau dua marshmallow.

Hasilnya, anak-anak yang memilih sebuah marshmallow cenderung lebih gemuk dibandingkan anak-anak yang sabar menunggu 2 marshmallow 15 menit kemudian. Kemampuan untuk menunda gratifikasi diklaim berhubungan dengan kemampuan mengontrol berat badan. Bagaimana dengan pribadi lainnya?

Disiplin

Tak perlu diragukan, seseorang yang selalu tepat waktu dan bisa dipercaya cenderung lebih disiplin untuk segala urusan termasuk makan dan olahraga. Namun begitu, Art Markman, psikolog dari University of Texas mengingatkan bahwa terlalu disiplin dengan urusan makan terkadang membuat seseorang justru memikirkan makanan sepanjang waktu.

Untuk menghindari hal tersebut, lakukan rutinitas yang tidak biasa jika ingin menurunkan berat badan. Misalnya, jika letak kantor Anda dekat dengan rumah, simpan mobil Anda dalam garasi dan mulailah berjalan kaki menuju kantor.

Labil

Terkadang orang terjebak pada emosi yang tiba-tiba sangat baik lalu berubah menjadi sangat buruk. Ini berlaku juga pada makanan. Saat emosi sedang buruk, mereka yang emosinya tidak stabil cenderung akan mengalami emotional eating. Perilaku ini yang akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.

Suka hura-hura

Orang yang suka bersenang-senang rentan terhadap kondisi yang disebut amygdala hijack. Amygdala merupakan bagian otak paling primitif yang berhubungan dengan rasa senang. Pembajakan otak di bagian ini membuat bagian lain yakni prefrontal cortex menjadi pasif dan kurang peka dengan goal kesehatan jangka panjang. Respon adiktif itu yang menyebabkan mereka mengonsumsi makanan berlebih. 

Keras kepala

Orang yang keras kepala biasanya akan bereaksi lebih tiap kali melakukan kesalahan. Misalnya sekali waktu makan berlebihan, maka orang tersebut akan merasa tidak punya harapan lagi untuk memperbaiki kesalahannya, lalu melanjutkan pola makan yang tidak sehat. 

Si burung hantu

Tidak bisa menutup mata di malam hari, tidak selalu dipicu oleh gangguan tidur. Bisa jadi, mereka memang suka melakukannya. Faktor yang kedua ini yang banyak dikaitkan dengan melebarnya ukuran lingkar pinggang. Penelitian di University of Pennsylvania menunjukkan bahwa pilihan makan di malam hari cenderung lebih banyak mengandung kalori.

Egois

Self centered alias mementingkan diri sendiri bisa menjadi hambatan saat berupaya menurunkan berat badan. Seseorang dengan kepribadian ini cenderung lebih menuruti kepentingan sendiri dan tidak peduli dengan pilihan-pilihan sehat. Sebaliknya, terlalu menuruti kemauan orang lain juga tidak lebih baik. Pilihan makan menjadi tidak sehat bila lingkungannya tidak mendukung. (eh)


viva

guegamersBerita & PolitikArt Markman,Disiplin Tak,Egois Self,Fox News,Labil Terkadang
Perut ramping tak hanya soal diet. (istockphoto) Perut ramping tak hanya soal diet. (istockphoto) VIVAlife - Pola makan bukan satu-satunya penyebab seseorang tumbuh subur. Banyak faktor lain yang mendukung pertumbuhan ini, salah satunya kepribadian. Mengapa bisa? Fox News menuliskan beberapa alasannya. Misalnya orang dengan kepribadian impulsif disebut sulit untuk menahan keinginan. Ini...

Comments

comments