JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi boogeyman, legenda urban dari barat yang akhirnya diangkat dalam film layar lebar. (iStock)

Ilustrasi boogeyman, legenda urban dari barat yang akhirnya diangkat dalam film layar lebar. (iStock)

Dalam perayaan Halloween, yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober, biasanya banyak film horor diputar di bioskop. Tahun ini, tercatat ada tiga film seram yang hadir dalam rangka memanaskan acara Halloween 2014. Film-film tersebut adalah Quija, Hantu Merah Casablanca dan Rumah Gurita.

Diakui oleh Shandy Aulia, pemain film Rumah Gurita, bahwa tanggal rilis film ini memang sengaja dicocokkan dengan datangnya Halloween, agar nuansa seram yang tercipta lebih mengena.

“Film ini datang dari cerita legenda urban, tentang sebuah rumah di daerah Bandung yang di bagian atapnya, memiliki patung gurita besar,” ujar bintang film bertubuh mungil itu.

Sebelum film Rumah Gurita hadir, masyarakat di sekitar Jalan Sukadamai, Bandung, memang telah banyak yang membicarakan tentang keberadaan rumah unik itu, yang konon dihuni makhluk astral.

Mengenai berita ini, Frans, pemilik rumah beratap patung gurita ini telah mengonfirmasi, bahwa rumor itu sama sekali tidak benar. Fakta bahwa bangunan di rumahnya memiliki banyak patung, karena ia memang orang yang suka seni, dan patung di rumah itu dibuat oleh teman-temannya yang banyak datang dari kalangan seniman. Sehingga ia sangat keberatan kalau rumahnya disebut sebagai rumah hantu.

Ya, bicara tentang legenda urban, meski kebenarannya belum tentu bisa dibuktikan, namun karena berita ini telah dibicarakan secara turun-temurun, maka banyak orang percaya tanpa memeriksa kebenarannya. Legenda urban sendiri, dijelaskan sebagai mitos atau legenda kontemporer yang seringkali dipercaya masyarakat secara luas sebagai kebenaran.

Kisah legenda urban, kebanyakan berkaitan dengan cerita misteri atau bahkan kisah moral. Namun yang patut diinggat bahwa tidak semua legenda urban juga kisah bohong, namun memang karena sudah kadung tersebar dari mulut ke mulut, ia sering dibesar-besarkan atau mendapat kisah tambahan dari orang yang menceritakan, agar terasa lebih sensasional.

Salah satu adegan dalam film Rumah Gurita

Shandy Aulia dan Boy William dalam salah satu adegan di film Rumah Gurita. Foto: HITMAKER Studio

Lintas generasi

Bagi Shandy Aulia, Rumah Gurita bukanlah film legenda urban Indonesia pertama yang ia mainkan. Pada tahun 2012 ia pernah pula menggarap film Rumah Kentang, yang bercerita tentang sebuah rumah misterius di Jakarta, yang sering mengeluarkan bau kentang. Sebuah rumah yang berlokasi di kawasan Pondok Ranji daerah Ciputat.

Lalu di setahun kemudian ia bermain di film Kamar 308, yang lagi-lagi datang dari legenda urban, tentang kisah mistis kamar persinggahan Nyi Roro Kidul di kamar 308 yang ada di Pelabuhan Ratu. Dan awal 2014 ia berakting di film Mall Klender, sebuah cerita yang diangkat dari kisah nyata, tentang sebuah mal yang menjadi angker, sejak kasus pembakaran ketika terjadi kerusuhan tahun 1998.

“Sebuah film yang diangkat dari kisah legenda urban, biasanya memang akan membawa magnet tertentu untuk memancing orang datang menonton. Karena sebelum kisahnya naik ke layar lebar, masyarakat sudah lebih dulu familiar, dengan legenda itu dari mulut ke mulut. Maka saat versi filmnya muncul, mereka menjadi penasaran,” kata Shandy, saat melakoni sesi wawancara eksklusif dengan redaksi VIVA.co.id.

Bicara kisah legenda urban yang diangkat ke layar lebar, maka kita tidak  bisa hanya bicara dalam scope film lokal, karena buktinya di Hollywood sana, banyak pula kisah masyarakat populer, yang kemudian diadaptasi menjadi karya audio visual. Contoh film urban legend versi barat yang terkenal adalah Boogeyman.

Di negara Paman Sam, Boogeyman dikenal anak-anak sebagai makhluk tingi besar yang akan memakan mereka, jika mereka nakal, tidak mau menghabiskan makanan, atau pergi tidur di jam tertentu. Karena demikian menakutkan figur Boogeyman ini, anak-anak yang ketakutan itu, saat mereka dewasa akhirnya menceritakan kisah yang sama pada anaknya.

Sebuah dongeng malam, agar si kecil tidak nakal seperti yang mereka lakukan dahulu. Maka wajar jika kemudian, kisah Boogeyman menjadi lestari dari generasi ke generasi.

boogeyman

Kedekatan psikologis

Susie Hung, pengamat film sekaligus wartawan dari Muviblast mengatakan, jika kita bicara karya visual yang mengadaptasi kisah legenda urban, maka kita harus kembali ke tahun 2001, saat Rizal Mantovani dan Jose Poernomo sukses menggarap film horor Jelangkung. Meski ini bukan sinema pertama yang datang dari kisah legenda urban Indonesia, namun harus diakui bahwa sensasi kengerian yang ditawarkan film ini benar-benar terasa.

“Masyarakat sudah sangat familiar dengan kisah boneka batok kelapa yang bisa bergerak sendiri, dan ketika film ini tampil dengan kemasan yang memadukan unsur budaya dan modernitas, ia sukses diterima sebagai karya sinema yang memenuhi syarat kekinian,” ujar wanita berkacamata itu.

Tentang kehadiran Rumah Gurita, film legenda urban yang kini sedang tayang di bisokop, Susie melihat bahwa produk sinema ini muncul dengan kemasan marketing tepat. Sebab ia hadir menjelang perayaan Halloween dan seting waktunya mengambil kisah masa lampau, sehingga kesan seram yang ditampilkan lebih maksimal.

“Walau belum tentu faktual, namun karena secara priskologis masyarakat sudah merasa dekat dengan legenda ini, mereka pasti penasaran ingin menonton. Ini juga alasannya, banyak produser senang mengangkat cerita populer masyarakat,” katanya.

Jelangkung 1

Kemasan memikat

Sementara itu, sutradara Hanung Barmantyo mengatakan, sebenarnya semua film akan laku asal dikemas dengan baik. Menurutnya, packaging itu sangat penting, karena sebenarnya sebuah ide cerita yang biasa saja, namun jika treatment-nya bagus maka akan tampil luar biasa.

“Jadi entah itu datang dari kisah legenda urban atau bukan, asalkan yang membuat pintar, ia bisa tampil menarik," ujar Hanung, saat diwawancara pada Senin, 3 November 2014.

Dia menuturkan, dalam sebuah pembuatan film, diperlukan tiga elemen penting. Pertama, sutradara yang bisa menghidupkan cerita. Kedua, penulis skenario yang bisa menjungkir balikkan plot. Ketiga, produser yang cerdik mempersiapkan strategi promosi.

"Jika tiga hal ini dipenuhi, maka film ini akan menarik perhatian orang untuk datang ke bioskop,” ucap dia.

Sineas asal Yogyakarta ini mengambil contoh film The Conjuring. Tentang sebuah rumah tua berhantu, sebenarnya film dengan cerita seperti ini sudah banyak, namun karena sutradaranya bagus, film itu dari awal hingga akhir mampu membuat penonton ketakutan.

Saat ditanya, jika ia diberi kesempatan untuk membuat sebuah film legenda urban, kira-kita tema apa yang akan ia angkat, Hanung menjawab sundel bolong. “Karena temanya sangat metaforis. Iya kan? Sundel bolong ini kalau dilihat dari depan parasnya ayu, namun saat kita lihat belakangnya, wah ternyata bolong," kata ayah dua anak yang sedang sibuk menggarap film berjudul Hijab.

Menurut dia, sosok sundel bolong sendiri sudah membawa teka-teki. Bahwa apa yang kita lihat bagus di depan, ternyata belum tentu bagus juga di belakang.

Selain itu, lanjut Hanung, dari sisi cerita saja mitos asal Nusantara ini sudah seksi. Ia yakin kalau dikemas apik hasilnya bisa fenomenal.

“Jadi kata sundel bolong itu kan aslinya dari pecahan kata “sundal”, yang artinya pelacur, dan “bolong” yang artinya berlubang. Ini kisah tentang wanita tunasusila yang ingin bertobat, namun oleh masyarakat di sekitarnya ditolak," ujar Hanung.

"Akhirnya ia dinodai dan mendapat perlakukan tidak pantas, sehingga melahirkan di dalam kuburan, dengan posisi bayi keluar dari belakang punggung. Nah, cerita-cerita tentang wanita yang berada di persimpangan kultur seperti ini, yang selalu menarik buat saya.”

Hanung

Mitos Asia dan Amerika Serikat

Bicara mengenai film dari kisah legenda urban mungkin tidak akan ada habisnya, karena di dunia ini, ada banyak sekali kisah legenda masyarakat yang menarik, dan memiliki ciri khas masing-masing. Ada yang akhirnya diangkat ke layar lebar, sementara yang lain tetap menjadi konsumsi pembicaraan privat di kalangan tertentu. Berikut kami kurasi, 5 film populer dari Asia dan Hollywood, yang datang dari mitos penduduk setempat:

1. Karak

Karak 1

Muncul tahun 2011, film ini adalah kisah horor yang datang dari legenda urban masyarakat Malaysia. Bercerita tentang lima anak muda yang terjebak dalam kemacetan di Karak Highway, lalu memutuskan memilih jalan alternatif, yang ternyata justru membawa mereka bertemu hal-hal gain menakutkan.

Di Malaysia, kota Karak benar-benar ada di wilayah selatan Pahang, tepatnya di dekat Selangor. Penduduk setempat memercayai, memang ada hal aneh di sekitar jalan Karak, sebab di sana sering sekali terjadi kecelakaan hingga merenggut nyawa.

2. Nang Nak

nang nak 1

Soal urusan membuat film seram, maka Thailand dikenal sebagai “Sang Macan Asia!” Selain aktif membuat film bergenre hantu, karya visual horor yang mereka buat memang selalu menebar teror di benak penontonnya. Film Nang Nak yang muncul di 1999, adalah salah satu legenda urban tentang seorang suami yang pergi ke medan laga untuk berperang.

Saat ia pulang, ia mendapati bahwa istri yang dulu ia tinggal dalam keadaan hamil, kini telah melahirkan anak. Keluarga ini kemudian hidup bahagia, namun satu hal yang sang suami tidak ketahui, bahwa sebenarnya istri dan anaknya itu telah meninggal, dan saat ini ia hanya tinggal bersama arwah mereka.

3. Tiyanaks

tyanak 1

Film asal Filipina ini tayang pada 2007, bercerita tentang sekumpulan mahasiwa yang melakukan perjalanan riset bersama profesor mereka. Karena tersesat, anak-anak muda ini terpaksa menginap di sebuah rumah usang yang mereka temukan di hutan.

Satu hal yang mereka tak sadari, ternyata rumah itu adalah kediaman dari Tiyanak, sebuah arwah gentayangan yang sering mengganggu. Oleh masyarakat Filipina, Tiyanak dikenal sebagai arwah anak kecil yang wafat saat dilahirkan. Ia biasanya mengambil wujud anak kecil, dan senang menakut-nakuti orang dengan suara tangisan mereka yang memilukan.

4. I Know What You Did Last Summer

i know 1

Film Hollywood ini muncul di 1997, tentang empat anak muda yang mengendarai mobil secara serampangan, sehingga menabrak orang tak dikenal. Karena tidak mau bertanggung jawab, lalu mereka membuang mayat orang itu ke laut.

Anehnya, beberapa minggu setelah itu mereka berempat mendapat teror dari sosok misterius, seorang pria yang memiliki kait di tangan. Satu per satu anak muda itu terbunuh secara sadis. Film ini diangkat dari legenda urban asal Amerika Serikat, tentang lepasnya seorang pembunuh gila, yang senang membantai korbannya dengan senjata kait lancip, yang terikat di tangannya.

5. Candyman

Candyman 1

Film ini tayang di tahun 1992, bercerita tentang seorang mahasiswi yang sedang riset untuk membuat skripsi, tentang legenda urban bernama Candyman. Ia adalah sosok pria misterius dengan satu tangan, yang konon akan muncul jika namanya disebut sebanyak lima kali.

Meski awalnya sang mahasiswi tidak memercayai mitos ini, namun setelah ia benar-benar memanggil nama Candyman, sosok kejam itu benar-benar muncul menghantui dirinya. Jadi, apakah benar Candyman sekadar mitos yang datang dari Negara Paman Sam?

guegamersMoviehorror,legenda urban
Ilustrasi boogeyman, legenda urban dari barat yang akhirnya diangkat dalam film layar lebar. (iStock) Ilustrasi boogeyman, legenda urban dari barat yang akhirnya diangkat dalam film layar lebar. (iStock) Dalam perayaan Halloween, yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober, biasanya banyak film horor diputar di bioskop. Tahun ini, tercatat ada tiga film seram...

Comments

comments