JakVR - Virtual Reality Guide

Abdee Slank merasa Indonesia membutuhkan gedung pertunjukkan yang bisa menopang kemajuan industri musik Tanah Air. (Dokumentasi Pribadi)

Abdee Slank merasa Indonesia membutuhkan gedung pertunjukkan yang bisa menopang kemajuan industri musik Tanah Air. (Dokumentasi Pribadi)

VIVAlife – Saat konferensi pers penutupan gedung pertunjukan Mata Elang International stadium di Hotel Twin Plaza, Jakarta (26/6), Abdee Slank turut hadir di sana. Berbicara sebagai pelaku industri musik, ia mengungkapkan kesedihannya.

“Kalau diperhatiin di seluruh indonesia, belum ada gedung yang dirancang untuk pertunjukkan musik, selain MEIS yang bisa menampung lebih dari 10 ribu penonton. Sangat disayangkan kalau MEIS ditutup,” kata Abdee.

Ia melanjutkan bahwa Indonesia membutuhkan infrastruktur yang tidak biasa. Terutama gedung pertunjukkan untuk menopang kemajuan industri musik tanah air.

“Semakin besar kapasitas penonton, maka harga tiket juga semakin bisa ditekan. Sehingga penonton tidak merasa kemahalan untuk membeli tiket,” ucap gitaris band Slank tersebut.

Mata Elang International Stadium menutup gedung pertunjukannya yang bertempat di Ancol Beach City (ABC) sejak hari ini. MEIS merasa banyak persoalan-persoalan mendasarnya direcoki oleh manajemen pengelola ABC. Oleh sebab itu, MEIS memutuskan untuk menutup gedung, namun tetap membayar pajak sewa sesuai dengan perjanjian awal. (adi) 


viva

guegamersSelebritisABC,Abdee Slank,Indonesia,Mata Elang International,MEIS
Abdee Slank merasa Indonesia membutuhkan gedung pertunjukkan yang bisa menopang kemajuan industri musik Tanah Air. (Dokumentasi Pribadi) Abdee Slank merasa Indonesia membutuhkan gedung pertunjukkan yang bisa menopang kemajuan industri musik Tanah Air. (Dokumentasi Pribadi) VIVAlife - Saat konferensi pers penutupan gedung pertunjukan Mata Elang International stadium di Hotel Twin Plaza, Jakarta...

Comments

comments