JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi Death Room di Jepang. (RocketNews24)

Ilustrasi Death Room di Jepang. (RocketNews24)

VIVAlife – Di Jepang, sebuah tempat tinggal yang dijadikan sebagai lokasi bunuh diri, pembunuhan atau apa pun yang menyebabkan seseorang meninggal dunia sering dianggap sial. Tak heran jika rumah atau apartemen yang sebelumnya dijadikan sebagai lokasi pembunuhan dan bunuh diri tak memiliki banyak peminat.

Tempat tinggal itu dijual dalam harga murah dan disebut sebagai “death rooms” dan biasanya populer di kalangan warga sebagai rumah hantu. Dalam bahasa Jepang, rumah itu disebut dengan “jiko bukken” atau ungkapan ambigu yang mirip dengan “Jinshin jiko”, yang diberikan kepada orang-orang yang melakukan bunuh diri. 

Karenanya, tak peduli sebagus dan semewah apa pun apartemen atau rumah tersebut. Tak ada orang yang akan berminat membelinya. Mereka percaya bahwa tinggal di apartemen tersebut hanya akan menimbulkan berbagai peristiwa aneh dan ganjil. 

Masyarakat Jepang juga percaya bahwa tinggal di apartemen itu, mengundang perasaan tidak bahagia pada penghuni barunya. 

Meski begitu, kini stigma tersebut sepertinya tidak lagi berlaku. Apalagi, mengingat harga properti semakin meningkat dan tempat tinggal dengan harga murah menjadi prioritas utama dibanding cerita menakutkan di baliknya. 

Seperti yang dilakukan pria bernama Yamada. Pria berusia 40 tahun ini tinggal di dalam apartemen satu kamar yang terletak di pusat kota Tokyo dan berusia lebih dari 20 tahun. Tak ada apartemen murah di pusat Tokyo, tapi Yamada berhasil menyewa apartemen tersebut hanya dengan ¥ 40.000 atau sekitar Rp4,4 juta. Sekitar setengah dari harga lokal. 

Apartemen tersebut disewakan dengan harga rendah, karena penyewa sebelumnya ditemukan tewas karena sebuah penyakit. Yamada baru menyadarinya setelah ia memenuhi persyaratan hukum di Jepang yang mewajibkan agent real estate untuk mengungkapkan setiap kematian yang terjadi di properti yang disewakan. 

Menurut Morita, seorang pengacara yang mengkhususkan diri dalam real estate, ada kewajiban hukum untuk memberitahu penyewa atau pembeli 5 sampai 7 tahun setelah kecelakaan. Bukan sekadar memberitahu bahwa penyewa sebelumnya meninggal dunia. Tapi, juga tanggal kematiannya, usia, jenis kelamin, tanggal mayatnya ditemukan dan insiden apa yang terjadi. 

Tertarik untuk menyewanya? (art)


viva

guegamersBerita & Politikbunuh,Ilustrasi Death Room,Masyarakat Jepang,Menurut Morita,Tokyo
Ilustrasi Death Room di Jepang. (RocketNews24) Ilustrasi Death Room di Jepang. (RocketNews24) VIVAlife - Di Jepang, sebuah tempat tinggal yang dijadikan sebagai lokasi bunuh diri, pembunuhan atau apa pun yang menyebabkan seseorang meninggal dunia sering dianggap sial. Tak heran jika rumah atau apartemen yang sebelumnya dijadikan sebagai lokasi pembunuhan dan bunuh...

Comments

comments