JakVR - Virtual Reality Guide

Menara Kudus Akan Dikelilingi Peredam Suara

Sejumlah umat muslim melaksanakan salat Tarawih perdana di Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/7). ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

TEMPO.CO, Kudus – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah memperbaiki dinding menara Masjid Kudus yang keropos. Hampir 60 persen dinding menara rusak. “Ternyata banyak dinding rusak parah. Banyak keropos di mana-mana, terutama dinding bagian atas”. Kata Rabiman Koordinator Tim Pemugararan BPCB Jawa Tengah, Kamis, 5 Juni 2014.

Kerusakan diakibatkan faktor alam, seperti sinar matahari dan curah hujan yang lama kelamaan mengikis dinding menara yang keseluruhan materialnya berupa batu bata. Selain itu banyak burung yang mematuk dinding menara. Dinding itu makin rapuh akibat polusi suara kendaraan bermotor yang melintas di sekitar menara.

Balai Pelestarian akan membangun peredam suara disekeliling bangunan menara. Peredam ini berfungsi sebagai penahan agar mengurangi dampak getaran akibat kendaraan yang berlalu-lalang. Peredam akan dibangun pada kedalaman 1,5 meter dan lebar 1 meter, material yang digunakan berupa pasir dan batu kali. “Tujuan peredam ini agar menjaga kekokohan bangunan cagar budaya,” ujar Rabiman.

Dia menjelaskan, timnya memesan batu bata khusus yang berasal dari daerah Jati Rogo, Jawa Timur. Untuk merekatkan batu bata, tim konservasi tidak menggunakan semen, melainkan lem perekat dari bubuk batu-bata dan batuan gamping yang dicampur dengan air.

Menara Mesjid Kudus ini belum pernah direnovasi secara menyeluruh. Perbaikan pernah dilakukan pada tahun 80-an oleh BPCB. “Pada saat itu perbaikan itu hanya berupa penambalan pada dinding menara yang berongga, karena dananya tidak banyak,” kata Rabiman kepada Tempo.

Pada 2013 pemerintah mulai menganggarkan dana perbaikan menara yang diambil dari APBN tahun lalu. Perbaikan itu meliputi bagian atap, mustoko, sirap, serta dinding bagian paling atas menara sebanyak 28 lapis. Menurut Erik Budiarto Pejabat Pembuat Komitmen BPBC, tahun ini pemerintah menyediakan dana sekitar Rp 300 juta yang diambil dari APBN 2014. “Tahun ini kami menggunakan prosedur pelelangan bahan baku sehingga bisa menekan biaya perbaikan,” Kata Budiarto.

Perbaikan akan dilakukan selama tujuh bulan terhitung sejak 1 Juni 2014. “Kalau tidak bisa selesai tepat waktu, akan kita kerjakan lagi di tahun depan,” ujar Rabiman.

FARAH FUADONA


tempo

guegamersBerita & PolitikAPBN,Balai Pelestarian,BPCB,Jawa Tengah,Kata Rabiman Koordinator Tim Pemugararan
Sejumlah umat muslim melaksanakan salat Tarawih perdana di Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/7). ANTARA/Andreas Fitri Atmoko TEMPO.CO, Kudus - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah memperbaiki dinding menara Masjid Kudus yang keropos. Hampir 60 persen dinding menara rusak. “Ternyata banyak dinding rusak parah. Banyak keropos di mana-mana,...

Comments

comments