JakVR - Virtual Reality Guide

Menggali 4 Jam, Ini Kata Penambang Harta Karun di Cilandak

Para pekerja mencangkul pasir hasil tambang di penambangan pasir ilegal di kawasan Kampung Gaga, Teluk Naga, Tangerang, Banten, Sabtu (25/8). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta – Di tengah terik matahari, puluhan orang berlomba mengayunkan sekop mereka di sebuah tanah kosong di Jalan Bangau Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka bersemangat menggali di tanah seluas 150×100 meter karena dikabarkan ada harta karun berupa batu mulia yang terpendam di dalamnya.

Seorang ‘penambang’ asal Kramat Jati, Jakarta Timur, Rianto, 35 tahun, mengatakan sudah menggali sedalam 50 sentimeter dan belum menemukan batu berharga. “Kata teman saya, banyak batu giok mahal di sini,” ujarnya kepada Tempo, Kamis 24 April 2014. “Satu batu giok kalau dijual harganya bisa sampai ratusan ribu rupiah.”

Setelah menggali selama sekitar empat jam, Rianto menyerah. “Sudah habis mungkin ya, saya telat sih datangnya,” ujarnya sambil membereskan peralatannya.

Adapun seorang penambang asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, Muhdi, 41 tahun, meyakini di dalam tanah itu masih tersembunyi harta karun. “Katanya dahulu disini ada rumah orang Cina kaya yang punya banyak koleksi guci dan batu giok,” ujarnya.

Menurutnya, batu-batu berharga itu didatangkan langsung dari Wonogiri, yang terkenal menghasilkan batu hias bernilai tinggi. “Jadi batunya disebar di taman. Saat rumahnya dijual, batunya dikubur di sini,” ujarnya. Namun sama seperti Rianto, hari gelap, Muhdi belum mendapatkan hasil apapun.

Seorang warga sekitar, Rahmad, 32 tahun, mengatakan tak percaya jika ada batu mulia terkubur di tanah kosong itu. “Saya cuma nonton saja,” katanya.

Sejumlah penggali, kata dia, ada yang pulang membawa beberapa batu warna hitam kasar dan putih marmer seukuran kuku jari kaki. “Tampaknya seperti batu biasa saja,” ujarnya.

M. ANDI PERDANA

Topik terhangat:
Hadi Poernomo | Pelecehan Siswa JIS | Kisruh PPP | Jokowi | Prabowo

Berita terpopuler:
Hadi Poernomo: Saya Menikahi Anak ‘Wong Sugih’
Jokowi Nangis Gara-gara Jam Tangan
Akuisisi Batal, Dahlan: Saya Seolah Menteri Ngawur 
Pelawak Oni dan Bekas Bupati Aceng ke Senayan


tempo

guegamersBerita & PolitikHadi Poernomo Pelecehan Siswa,Jakarta Selatan,Jokowi Prabowo,Pondok Labu,TEMPO
Para pekerja mencangkul pasir hasil tambang di penambangan pasir ilegal di kawasan Kampung Gaga, Teluk Naga, Tangerang, Banten, Sabtu (25/8). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah terik matahari, puluhan orang berlomba mengayunkan sekop mereka di sebuah tanah kosong di Jalan Bangau Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Mereka...

Comments

comments