JakVR - Virtual Reality Guide

Justin Bieber (REUTERS/Mario Anzuoni/Files)

Justin Bieber (REUTERS/Mario Anzuoni/Files)

VIVAlife – Penyanyi sensasional Justin Bieber telah beranjak dewasa. Ia bukan lagi penyanyi anak-anak seperti pertama kali saat ia dikenal publik dunia. Hal itu ditunjukkan Bieber, dengan cara menghias tubuhnya dengan tato agar terlihat dewasa dan maskulin. 

Pertama kali menghias tubuhnya dengan tato, kala itu usia penyanyi asal Kanada itu baru menginjak 16 tahun tahun. Tato pertama yang ia miliki adalah tato seekor burung camar di bagian pinggulnya. 

Sejak itu, bintang pop dunia itu tak bisa berhenti menambah tato baru. Hingga kini terdapat lebih dari 30 tato yang bertengger di tubuhnya. Ia tampak bangga menggunakan tato untuk memperkuat imej bad boy yang melekat padanya, terlebih setelah serangkaian perilaku buruk yang ia lakukan belum lama ini.

Tato-tato mantan kekasih Selena Gomez tersebut pun bemacam-macam, memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. Salah satunya ialah tato gambar Joker di tangan kanannya yang dibuat pada bulan Januari lalu. 

Lalu ada pula tato simbol kepecayaannya, salib serta tato bergambar mata sang ibu. Ia juga mengabadikan kecintaannya pada grafiti dengan menato tangan kanannya dengan gambar Bansky Ballon Girl. 

Tak hanya itu, ia juga kembali menunjukkan cinta kasihnya kepada sang ibunda dengan menato tahun kelahiran ibunya di bagian dadanya. Mengekspresikan bakat dan kecintaannya pada musik, pelantun tembang “Baby” itu juga menghias tubuhnya dengan tulisan dalam huruf Kanji Jepang yang berarti simbol musik.

Sumber: MTV


viva

guegamersSelebritisanak,Justin Bieber,Kanji Jepang,REUTERS
Justin Bieber (REUTERS/Mario Anzuoni/Files) Justin Bieber (REUTERS/Mario Anzuoni/Files) VIVAlife - Penyanyi sensasional Justin Bieber telah beranjak dewasa. Ia bukan lagi penyanyi anak-anak seperti pertama kali saat ia dikenal publik dunia. Hal itu ditunjukkan Bieber, dengan cara menghias tubuhnya dengan tato agar terlihat dewasa dan maskulin.  Pertama kali menghias tubuhnya dengan tato, kala itu...

Comments

comments