JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi gejala anoreksia  

Ilustrasi gejala anoreksia  

VIVAlife – Bagi Anda yang sering mengalami stres, sebaiknya berhati-hati karena gangguan mental dapat mengurangi harapan hidup hingga 10 sampai 20 tahun. Gangguan ini lebih berbahaya daripada perokok, yang merokok lebih dari 20 batang sehari. Hal itu diungkapkan sebuah studi yang belum lama ini dilakukan.

“Kita tahu bahwa merokok meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung. Banyak pula fakta yang menunjukkan bahwa orang-orang dengan penyakit mental lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri. Namun, tidak jelas bagaimana gangguan mental dapat menyebabkan kematian dini,” kata Dr Seena Fazel , seorang psikiater di Oxford University yang memimpin studi itu seperti dikutip dari nrp.org.

Para peneliti melihat data sebanyak 1,7 juta pasien dari seluruh dunia. Mereka kemudian membandingkan efek dari penyakit mental dan merokok.

Mereka menemukan bahwa risiko kematian bagi wanita dengan depresi postpartum tujuh kali lebih tinggi dari seorang perokok berat. 

Selain itu, orang dengan gangguan penyalahgunaan zat dan mereka yang mengalami anoreksia ternyata juga memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada perokok. 

Para peneliti dalam studi yang dipublikasikan di jurnal World Psychiatry mengungkapkan, bahwa perokok umumnya meninggal delapan sampai 10 tahun lebih awal dibanding mereka yang bukan perokok.

Angka-angka yang dihasilkan di dalam studi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah perlu memprioritaskan perawatan kesehatan mental. 

“Negara-negara selalu menghimbau masyarakat untuk mengurangi merokok dan berkampanye mengenai kematian akibat merokok. Penyakit mental tidak menerima perhatian yang sama dalam kesehatan masyarakat dan kebijakan publik ,” ucap Fazel.

Kesehatan Memburuk

Menurut Fazel, gangguan mental tidak hanya dapat berakhir pada bunuh diri, namun juga mampu mempengaruhi keseluruhan kondisi kesehatan fisik. Ia juga mengatakan bahwa orang dengan beberapa kondisi mental cenderung tidak pergi ke dokter, dan mungkin tidak mampu mengelola perawatan kesehatan diri sendiri.

Studi menunjukkan bahwa orang dengan penyakit mental mungkin mendapatkan perlakuan yang tidak sama di ruang gawat darurat . Dan sebagai NPR melaporkan , penyedia layanan kesehatan sering tidak terlatih dalam cara efektif membantu pasien dengan gangguan mental .

Cara terbaik menurut Fazel untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membantu komunitas medis untuk menemukan cara yang lebih baik dalam mengakomodasi dan membantu pasien sakit mental. Yang juga tak kalah penting, adalah mengatasi stigma yang ada di dalam masyarakat umum mengenai penyakit mental. (ren)


viva

guegamersBerita & Politikbunuh,Dr Seena Fazel,Gangguan Mental,Menurut Fazel,World Psychiatry
Ilustrasi gejala anoreksia   Ilustrasi gejala anoreksia   VIVAlife - Bagi Anda yang sering mengalami stres, sebaiknya berhati-hati karena gangguan mental dapat mengurangi harapan hidup hingga 10 sampai 20 tahun. Gangguan ini lebih berbahaya daripada perokok, yang merokok lebih dari 20 batang sehari. Hal itu diungkapkan sebuah studi yang belum lama ini...

Comments

comments