JakVR - Virtual Reality Guide

Helipad gedung Burj Al Arab bisa digunakan sebagai lokasi pesta pernikahan. (facebook.com/burjalarab)

Helipad gedung Burj Al Arab bisa digunakan sebagai lokasi pesta pernikahan. (facebook.com/burjalarab)

VIVAlife – Eksistensi pesta pernikahan, telah melewati berbagai zaman peradaban manusia. Fenomena tersebut merupakan salah satu dari sekian budaya yang tak lekang dimakan waktu.

Pola perayaannya pun sudah pasti beragam. Sesuai dengan heterogenitas pola hidup ras dan etnis manusia di dunia. Ada yang menggelar konser. Ada pula yang menggelar wayang.

Juga ada yang merayakan secara sederhana dengan makan-makan bersama kerabat dan tetangga. Perubahan budaya akan terus ada, seirama dengan kemajuan zaman dan pola pikir manusia.

Ketika ingin menggelar acara pernikahan, ada banyak keinginan di benak seseorang masa kini. Terkadang ingin terlihat unik. Terkesan mewah. Atau bahkan sampai tidak ingin dilupakan orang-orang. Ingin namanya menjadi sejarah, berkat acara pernikahannya.

Menjawab kehendak kalangan yang seperti itu, hotel Burj Al Arab, di Dubai menyediakan paket pernikahan menarik. Hotel ini terkenal sangat mewah dan mahal. Bahkan sering pula disebut sebagai hotel bintang tujuh, bukan lagi bintang lima.

Namun, paket yang dimaksud tidak sekadar mahal. Tidak menggunakan aula hotel yang besar. Tidak juga dijanjikan adanya hiburan ala Timur Tengah. Semua kemahalan tersebut akan tergantikan oleh satu keunikan, yakni menikah di atas awan.

Sebetulnya, tidak mutlak diartikan kita berdiri di atas awan. Tetapi memang di-setting agar serasa berdiri tengah-tengah cakrawala. Pihak hotel menyediakan landasan helikopter atau helipad, di ketinggian lebih dari 200 meter.

Dengan begitu, langit ada di depan, belakang, kanan dan kiri kita. Hebatnya lagi, hotel ini berdiri di pulau buatan di Teluk Persia. Otomatis, pesona laut pun turut menambah keeksotisan.

Seperti dilansir laman Daily Mail, pasangan yang berminat menikmati paket pernikahan spesial di atas helipad tersebut harus menyiapkan uang sebesar Rp644 juta untuk dicatat dalam sejarah.

Nominal yang disebutkan sebelumnya, hanya sebagai awalan saja. Biaya yang harus dibayar akan cepat sekali membengkak, apabila menginginkan pelayanan yang lebih “mesra”. Seperti misalkan berkehendak mencicipi masakan koki tersohor, Maxime Luvara. Begitu pun jika ingin menikmati pengalaman berharga berbelanja produk stylist di sana.

“Kami selalu berusaha dengan cara yang baru dan spesial untuk memuaskan para tamu, agar mereka terpesona dan terpuaskan. Kami percaya bahwa acara yang digelar seumur sehidup sekali pantas diselenggarakan di tempat istimewa, selain itu juga untuk menambah koleksi spesial kami,” ujar Heinrich Morio, General Manager Burj Al Arab. (ren)

Laporan: Bimo Wiwoho


viva

guegamersBerita & PolitikBurj Al Arab,Heinrich Morio,Laporan Bimo Wiwoho,Maxime Luvara,Teluk Persia
Helipad gedung Burj Al Arab bisa digunakan sebagai lokasi pesta pernikahan. (facebook.com/burjalarab) Helipad gedung Burj Al Arab bisa digunakan sebagai lokasi pesta pernikahan. (facebook.com/burjalarab) VIVAlife - Eksistensi pesta pernikahan, telah melewati berbagai zaman peradaban manusia. Fenomena tersebut merupakan salah satu dari sekian budaya yang tak lekang dimakan waktu. Pola perayaannya pun sudah...

Comments

comments