JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi multivitamin. (istockphoto)

Ilustrasi multivitamin. (istockphoto)

VIVAlife – Apakah Anda termasuk pengonsumsi multivitamin? Sebelum kebiasaan itu berlanjut, tak ada salahnya menyimak ulasan para peneliti terkait dengan konsumsi multivitamin.

Dilansir Huffington Post, sebuah editorial baru yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menyebut bahwa sebagian orang mengonsumsi multivitamin hanya membuang-buang uang. Peneliti tidak menemukan manfaat kesehatan dari multivitamin. 

“Pesannya sederhana: Sebagian besar mulitivitamin tidak mencegah penyakit kronis atau kematian, penggunaannya tidak dibenarkan dan harus dihindari,” tulis editorial dari Johns Hopkins University, University of Warwick dan American College of Dokter.

Secara khusus, suplemen antioksidan, asam folat dan vitamin B tampaknya tidak memiliki manfaat, dan justru berpotensi mendatangkan bahaya. Demikian juga dengan beta karoten, vitamin E dan vitamin A dosisi tinggi yang juga membahayakan.

Dr. Edgar Miller, salah satu penulis dan profesor kedokteran dan epidemiologi di Johns Hopkins University School of Medicine mengatakan: Industri (vitamin dan suplemen) didasarkan pada anekdot, kerap menyebut “Saya menggunakan ini, dan itu membuat saya merasa lebih baik”.

Padahal ini hanya soal kebiasaan. Ketika Anda mengujinya, tak ada bukti manfaat jangka panjang. Hal ini tidak bisa mencegah kematian, stroke atau serangan jantung.”

Namun, penulis editorial mencatat bahwa suplementasi vitamin D, terutama bagi orang-orang yang kekurangan vitamin, masih perlu penelitian tambahan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit juga merekomendasikan wanita hamil untuk mengonsumsi 400 mikrogram asam folat harian untuk mencegah bayi lahir cacat.


viva

guegamersBerita & PolitikApakah Anda,Edgar Miller,Huffington Post,Johns Hopkins University,Ketika Anda,Pencegahan Penyakit,Pusat Pengendalian
Ilustrasi multivitamin. (istockphoto) Ilustrasi multivitamin. (istockphoto) VIVAlife - Apakah Anda termasuk pengonsumsi multivitamin? Sebelum kebiasaan itu berlanjut, tak ada salahnya menyimak ulasan para peneliti terkait dengan konsumsi multivitamin. Dilansir Huffington Post, sebuah editorial baru yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menyebut bahwa sebagian orang mengonsumsi multivitamin hanya membuang-buang uang. Peneliti...

Comments

comments