JakVR - Virtual Reality Guide

Navicula merekam album barunya di studio rekaman legendaris Record Plant Studio di Hollywood, Los Angeles. (VIVAlife/Marlina Irdayanti)

Navicula merekam album barunya di studio rekaman legendaris Record Plant Studio di Hollywood, Los Angeles. (VIVAlife/Marlina Irdayanti)

VIVAlife – “Mafia hukum, hukum saja. Karena hukum tak mengenal siapa.” 

Lirik itu menggema, denting gitar Dankie membelah kesunyian, mengiringi suara Robi yang dengan segera menyatu bersama ratusan suara penonton yang terbius bersama lirik yang kritis. Tak butuh waktu lama, gebukan drum Gembul dan petikan bass Made mengguncang panggung sederhana di auditorium @america, Pacific Place, Jakarta.

Layaknya band beraliran grunge, gaya panggung mereka terlihat santai. Rambut gondrong, kemeja flanel dan celana jeans menjadi gaya mereka malam itu, Sabtu, 1 Maret 2014. Ruang auditorium tampak penuh, hingga tak mampu menampung ratusan penggemar yang datang. Ruang tunggu pun terpaksa turut dijadikan area menonton. 

Tiga layar LED dipasang, untuk memperlihatkan penampilan panggung Navicula. Meski tak dapat melihat aksi panggung band asal Bali ini secara langsung, tidak membuat para penggemar mereka beranjak dari tempat itu. 

Sesekali layar LED memunculkan kisah perjalanan bermusik mereka. Saat itulah, Robi, Made, Gembul, dan Dankie, turun dari panggung dan keluar menghampiri penggemar yang berada di ruang tunggu. Berbaur bersama penonton, menyapa mereka layaknya bertemu teman-teman lama, turut menyaksikan video perjalanan musik mereka di ruang tunggu itu. 

“Sorry ya, nggak bisa masuk. Di dalam penuh banget, nggak bisa nampung,” ujar Robi saat melihat beberapa penonton yang memaksa masuk ruang auditorium. Ia tampak akrab, tidak bergaya layaknya selebriti yang penuh dengan penjagaan ketat. 

Mereka baru kembali ke dalam, saat video selesai diputar. Menaiki panggung dan kembali mengucap maaf. Beberapa lagu pun kembali terlantun. Bubur kayu, Mafia Hukum, Nights of Love, dan Metropolutan pun mengalun. Penonton kembali terbius, bergerak mengikuti irama musik, mengangguk-angguk bersama Robi, membiarkan rambut gondrong itu tersentak kesana kemari. 

Konser malam ini menjadi promo album terbaru mereka, Love Bomb. Melalui tema “Dropping the Love Bomb from Bali to Los Angeles”, Navicula menceritakan kisah perjalanan mereka bisa mencapai Hollywood.  Merekam album ketujuh di studio rekaman legendaris, mengalahkan 500 peserta dari 43 negara. 

Itu semua bermula dari keisengan membuat video klip Metropolutan. Hanya di dalam studio sederhana, klip tersebut mampu membawa mereka memenangkan RODE Rocks Competition dan melakukan rekaman di studio legendaris Record Plant Studio di Hollywood, Los Angeles. 

Studio yang berdiri tahun 1969 itu pernah menjadi dapur untuk karya musisi besar seperti Jimi Hendrix, Frank Zappa, John Lennon, Michael Jackson, Mick Jagger, Nine Inch Nails, Social Distortion, Madonna, Pearl Jam, Audioslave, dan Gun’s n Roses 

“Rekaman di studio itu pasti jadi impian semua band,” ujar Robi kepada VIVAlife usai acara. 

Bukan hanya itu, produser yang menaungi mereka selama di Record Plant juga merupakan produser legendaris. Alain Johanes. Produser yang pernah menggarap album solo Chris Cornell (Euphoria Morning) dan Them Crook Vultures.

Tidak hanya sekadar melakukan rekaman, menginjakkan kaki di Los Angeles juga membawa mereka mengelilingi 7 kota termasuk California dan San Fransisco. Bermusik di panggung megah, di tengah-tengah warga Amerika. 

“Ada beberapa tempat yang dari SMA kita pengen banget manggung disana, seperti 924 N Beverly Hills, California,” ujar Robi. 

Band yang berdiri sejak tahun 1996 ini, banyak berbicara mengenai isu sosial, politik, perdamaian, dan cinta. Liriknya yang kritis mengungkap kejujuran. Bagi mereka, musik adalah sarana berorasi. Media untuk bersuara. 

Persis seperti video klip yang mengantarkan mereka ke Hollywood. Bahkan mantan drummer Gun’s n Roses, Matt Sorum pun memuji karya Navicula, “I dig the realness of the video, raw and cool,” ujarnya.

 


viva

guegamersSelebritisLED,Los Angeles,Love Bomb,Mafia Hukum,Record Plant
Navicula merekam album barunya di studio rekaman legendaris Record Plant Studio di Hollywood, Los Angeles. (VIVAlife/Marlina Irdayanti) Navicula merekam album barunya di studio rekaman legendaris Record Plant Studio di Hollywood, Los Angeles. (VIVAlife/Marlina Irdayanti) VIVAlife - 'Mafia hukum, hukum saja. Karena hukum tak mengenal siapa.'  Lirik itu menggema, denting gitar Dankie membelah kesunyian,...

Comments

comments