JakVR - Virtual Reality Guide

Sabtu, 05 Juli 2014 | 22:20 WIB

Pendukung Prabowo-Jokosi Nyaris Bentrok Dua Kali

Massa pendukung Prabowo-Hatta terlibat adu mulut sejenak dengan massa pendukung Jokowi-Kalla di Kawasan Bundaran HI, Jakarta (24/5). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta – Saat Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik memberi sambutan di dalam ruangan debat, di luar tiba-tiba mobil bak terbuka yang berisi pengeras suara membuat heboh. Mobil bak itu memutarkan lagu “Salam Dua Jari” milik kandidat presiden dari poros PDI Perjuangan, Joko Widodo yang mendekat ke arah massa Prabowo Subianto, calon presiden dari poros Partai Gerakan Indonesia Raya.

Padahal Kepolisian sudah memisahkan keduanya, kubu Jokowi di sebelah Timur dan Prabowo di Barat. Mereka dipisahkan dengan jarak 15 meter oleh seratusan polisi dan anjing pelacak. (Baca di sini: Mega dan Puan Ikut Nyanyi Salam Dua Jari)

Pendukung Prabowo dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia tiba-tiba bangun dan langsung berteriak. “Hoi, matiin,” kata mereka ramai-ramai. Polisi lalu memisahkan mereka dan menyuruh mobil kubu Jokowi mematikan sound system-nya.

Menurut koordinator aksi dari Nurdin, kubunya dilarang menyalakan pengeras suara. “Kenapa kubu Jokowi menyalakan pengeras suaranya,” kata dia.

Lima puluh meter menuju pintu masuk Hotel Bidakara kedua kubu kembali adu mulut. Alasannya, kubu Jokowi merasa dilarang naik ke atas. Sedangkan kubu Prabowo ada di atas, dua puluh meter dari pintu masuk Bidakara. “Kami ingin diperlakukan adil,” kata Rahmat, pendukung Jokowi.

“Tapi kami tak akan turun sebelum mereka tak membuka jalan untuk kami,” kata Udin, salah seorang simpatisan Prabowo. Akhirnya polisi menyuruh massa Jokowi mundur, baru kemudian kubu Prabowo ikut turun. Setelah itu, polisi membuat pagar manusia agar tak bisa dilewati para pendukung tanpa kartu tanda masuk.

Kepala Satuan Tugas Operasi Pengamanan Komisaris Besar Marolop Manik mengatakan lembaganya sudah membuat pengamanan ekstra. Kepolisian, kata dia, menyiapkan skenario pencegahan hingga jika terpaksa bertindak represif. “Kami harap aman kondusif,” kata dia. “Kami sebar polisi yang berseragam maupun tidak.” Jumlahnya, ada 1.338 personel. Mereka terdiri dari kesatuan brikade mobil, pengendalian massa, anjing pelacak, polisi bermotor, pengamanan objek vital, dan lainnya.

MUHAMMAD MUHYIDDIN

Terpopuler
Ingin Liver Anda Sehat? Hindari Lima Makanan Ini
Di Jawa Barat, Prabowo Unggul karena Televisi
Jokowi dan JK Bisa Juga Selfie
Dari Sini Hitler Belajar Pidato yang Memukau


tempo

guegamersBerita & PolitikDian Triyuli Handoko,Hotel Bidakara,Indonesia,Salam Dua Jari,TEMPO
Sabtu, 05 Juli 2014 | 22:20 WIB Massa pendukung Prabowo-Hatta terlibat adu mulut sejenak dengan massa pendukung Jokowi-Kalla di Kawasan Bundaran HI, Jakarta (24/5). TEMPO/Dian Triyuli Handoko TEMPO.CO, Jakarta - Saat Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik memberi sambutan di dalam ruangan debat, di luar tiba-tiba mobil bak terbuka yang...

Comments

comments