JakVR - Virtual Reality Guide

Pengamat: Pendamping Jokowi dari Internal PDIP

Warga lereng merapi melakukan istighosah dukung capres Jokowi dalam pilpres mendatang di Cepogo, Boyolali (15/3). Warga berharap sosok Jokowi menjadi Presiden Indonesia dalam PIlpres 2014 mendatang. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Padang – Sejak dideklarasikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), banyak nama yang muncul untuk disandingkan dengan Jokowi-panggilan akrabnya-. Ada mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Akbar Tanjung dan Mahfud MD.

Namun, Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Andalas (Unand) Padang, Feri Amsari mengatakan, partai berlambang benteng moncong putih itu sebaiknya mencari pendamping Jokowi dari internal partainya. “Banyak kader PDIP yang bisa. Mubazir jika PDIP mencari kader dari partai lain,” katanya, Minggu, 16 Maret 2014.

Kata Feri, syaratnya, PDIP harus memenangkan pemilihan umum legislatif agar PDIP tak berkoalisi dengan partai lain dan bisa mengusung pasangan capres dan cawapres. “PDIP harus berani tidak berkoalisi,” ujarnya.

Jika PDIP memasangan Jokowi dengan kader partai lain, malah akan merusak. Sebab, akan ada negoisasi lintas partai yang terjadi. Sebab, koalisi akan menyebabkan pemerintah berjalan ke banyak arah.

“Kalau ada barang lokal dengan kualitas yang sangat baik. Kenapa harus cari poduk luar yang kualitasnya tak terjamin. Rugi,” ujar Mahasiswa Perbandingan Hukum Tata Negara William and Mary Law School di Amerika Serikat.

Kebijakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, menunggu hasil pemilihan legislatif untuk menentukan cawapres dinilai sudah tepat. Sebab, pemilih Indonesia sulit ditebak. Meskipun, partai ini sudah mengusung Jokowi, belum bisa dipastikan hasilnya akan memuaskan untuk partai tersebut.

Feri menilai, tugas wakil presiden hanya membantu kinerja presiden secara politik ketatanegaraan. Jika presiden ada halangan, wakillah yang menggantikan. Jadi bukan pekerjaan teknik. Menurutnya, orang lapangan tepatnya di kabinet menteri agar mendukung kerja teknis presiden terpilih.  “Jadi carilah wapres yang sejalan dengan presidennya. Jika PDIP memiliki kader tangguh untuk pendamping itu, ngapaian cari yang lain,” ujarnya.

ANDRI EL FARUQI


tempo

guegamersBerita & PolitikAkbar Nugroho Gumay,Indonesia,Jusuf Kalla,Ketua Umum,PDIP
Warga lereng merapi melakukan istighosah dukung capres Jokowi dalam pilpres mendatang di Cepogo, Boyolali (15/3). Warga berharap sosok Jokowi menjadi Presiden Indonesia dalam PIlpres 2014 mendatang. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay TEMPO.CO, Padang - Sejak dideklarasikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), banyak nama...

Comments

comments