JakVR - Virtual Reality Guide

Pengamat: SBY Tak Perlu Somasi

Presiden SBY dan Ibu Ani berbincang dengan pemandu saat mengunjungi International Batik Centre (IBC) di Kecamatan Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah(5/2). (Cahyo/presidenri.go.id)

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengatakan terjadi fenomena wabah somasi dari para elit politik, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terutama dengan alasan pencemaran nama baik. Ray mengatakan meski secara hukum somasi ini legal, dia menilai langkah para elit ini tak arif.

“Para pejabat, termasuk Presiden SBY sebenarnya punya banyak ruang untuk membantah tuduhan yang dilontarkan kepada mereka. Jelaskan saja lewat media, saya yakin akan dimuat sebagai berita,” kata Ray di Jakarta, Minggu, 23 Februari 2014. (baca: Kuasa Hukum SBY Selesaikan Fitnah Diam-diam)

Ray mengatakan somasi dari para elit ini bisa mematikan daya kritis yang sedang tumbuh di tengah masyarakat karena takut dengan ancaman hukum. Apalagi, Ray mengatakan saat ini perlakuan hukum kepada para elit dengan masyarakat umum masih timpang. (baca: SBY dan Palmer Bahas Tuduhan 2 Jam di Istana Bogor)

“Secara teori memang semua orang setara di mata hukum. Tapi lihat saja, kalau elit yang mensomasi pasti cepat diproses oleh polisi, sementara kalau antar masyarakat yang mensomasi lama sekali prosesnya,” kata Ray.

Sejak dibentuk pada Desember 2013, tim pengacara keluarga SBY telah mensomasi 3 orang. Ketiga orang itu adalah Rizal Ramli, Fahri Hamzah dan Sri Mulyono, aktivis Perhimpunan Pergerakan Indonesia, organisasi yang dibentuk mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Ray mengatakan sejumlah elit latah meniru SBY. Di antaranya mantan ketua Mahkamah Konsitusi Mahfud MD yang mensomasi Ahmad Jazuli Abdillah, mantan juru bicara pasangan calon Gubernur Banten 2011 Wahidin Halim-Irna Narulita Dimyati ke polisi. Ada pula calon anggota legislatif Partai Demokrat M. Fadhlin Akbar yang melaporkan seorang wartawan karena status Blackberry Messenger sang wartawan.

Ada pula somasi dari DPD Golkar Nusa Tenggara Barat kepada koalisi Indonesia Corruption Watch dan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra)karena koalisi meminta transparansi dana partai. Ray mengatakan somasi ini adalah bentuk untuk membunuh kritik dari masyarakat dan mematikan daya kritis masyarakat.

BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE

Terpopuler:

 


tempo

guegamersBerita & PolitikBERNADETTE,CHRISTINA,MUNTHE,SBY,TEMPO
Presiden SBY dan Ibu Ani berbincang dengan pemandu saat mengunjungi International Batik Centre (IBC) di Kecamatan Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah(5/2). (Cahyo/presidenri.go.id) TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengatakan terjadi fenomena wabah somasi dari para elit politik, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terutama dengan alasan pencemaran nama...

Comments

comments