JakVR - Virtual Reality Guide

Film Soekarno, (U-Report)

Film Soekarno, (U-Report)

VIVAlife – Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, tiga bulan lalu telah melaporkan sutradara ternama Hanung Bramantyo ke Polda Metro Jaya atas tudingan pencemaran nama baik. Hal itu terkait dengan pembuatan film Soekarno: Indonesia Merdeka! yang digarap Hanung.

Tidak hanya itu, beberapa hari lalu Rachmawati meminta perlindungan hukum dari Mabes Polri terkait pelanggaran hak cipta dalam pembuatan film tersebut. Kini, salah satu putri Proklamator itu juga menyurati Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Sutarman.

“Saya sudah terima suratnya untuk Film Soekarno (Indonesia Merdeka). Surat itu juga sudah didistribusikan ke Kabareskrim (Kepala Badan Reserse Kriminal) untuk ditindaklanjuti,” kata Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 18 Desember 2013.

Kendati demikian, Sutarman mengatakan pihaknya masih mempelajari surat tersebut, untuk mengetahui apakah ada pelanggaran hak cipta atau tidak. Selain itu, saat ditanyakan apakah akan memberik bantuan hukum atau tidak terkait kasus tersebut, Sutarman menjawab tegas.

“Segala bentuk pelanggaran hukum yang dilaporkan masyarakat, tentu kami akan melakukan ke langkah-langkah penyelidikan, dan apabila ditemukan alat bukti yang cukup, tentu kami akan melakukan penyidikan,” katanya.

Diketahui, pelanggaran hak cipta  yang dimaksud terkait dengan ide pembuatan film tersebut. Hal itu dijelaskan oleh Teguh Santosa selaku Juru Bicara Rachmawati.

“Itu adalah Ide Mba Rachma,” kata dia dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Sebelum memulai produksi, diketahui pula Rachmawati bertemu dengan Ram Punjabi dan Hanung Bramantyo dan memutuskan untuk memproduksi film tersebut bersama-sma. Namun lanjut Teguh, setelah membedah dua naskah skenario tersebut, Ram dan Hanung justru meninggalkan Rachmawati.

Kebal Hukum

Sebelum minta perlindungan hukum pada Sutarman, Rachmawati juga telah melaporkan kasus film tersebut ke Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan surat nomor 93/Pdt.Sus-Hak Cipta/2013/PN.

Pihak pengadilan pun akhirnya memerintahkan penyitaan master film serta melarang pemutaran film itu di bioskop. Tak hanya itu, tiga saksi ahli juga dimintai keterangan dan membenarkan unsur pelanggaran karya cipta itu.

“Dalam hal ini Mba Rachma bertanya pada Kapolri apakah Ram Punjabi dan Hanung Bramantyo kebal hukum karena faktanya hingga hari ini film itu masih ditayangkan di bioskop,” ujar Teguh. (ren)


viva

guegamersSelebritisFilm Soekarno,Hanung Bramantyo,Indonesia,Mabes Polri,Mba Rachma,Ram Punjabi,Soekarno Indonesia Merdeka
Film Soekarno, (U-Report) Film Soekarno, (U-Report) VIVAlife - Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, tiga bulan lalu telah melaporkan sutradara ternama Hanung Bramantyo ke Polda Metro Jaya atas tudingan pencemaran nama baik. Hal itu terkait dengan pembuatan film Soekarno: Indonesia Merdeka! yang digarap Hanung. Tidak hanya itu, beberapa hari lalu Rachmawati meminta...

Comments

comments