JakVR - Virtual Reality Guide

Rupiah Melemah Akibat Banjir

Halaman depan Stasiun Tawang Semarang yang masih terendam banjir (23/1). Karena stasiun maupun akses masuk stasiun terendam banjir, maka PT Kereta Api Daop IV Semarang melakukan pemberhentian luar biasa di Stasiun Poncol.(TEMPO/Budi Purwanto)

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan nilai rupiah masih akan tertekan oleh sejumlah hal. Dari dalam negeri, pasar akan terpengaruh antisipasi lonjakan inflasi akibat meluasnya bencana banjir di berbagai daerah sehingga mengganggu produksi dan distribusi barang.

“Tekanan juga muncul karena komentar tambahan dari Bank Indonesia bahwa potensi inflasi bisa mendekati 1 persena akibat banjir,” ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Senin, 27 Januari 2014.

Selain itu kebutuhan dolar AS untuk korporasi di akhir bulan akan menambah frekuensi tekanan pelemahan nilai rupiah.

Pasar juga terpengaruh sejumlah isu di luar negeri. Seperti sikap pelaku pasar yang menunggu hasil rapat Komite Ekonomi Federal (FOMC Meeting) di Amerika Serikat pada pekan ini. “Semua penyebab tadi mengakibatkan rupiah sulit menguat,” ujar Reza.

Reza menambahkan, sikap pelaku pasar yang mengantisipasi kemungkinan berlanjutnya tapering off akan membatasi aksi beli pada aset berisiko, termasuk mata uang regional. Sebaliknya, terbatasnya likuiditas dolar AS akan membuat nilai tukar dolar menguat. Mata uang ini pun akan lebih banyak diburu.

Rilis data klaim pengangguran AS yang meningkat menjadi 326 ribu pada pekan lalu dan indikator penjualan rumah (existing home sales) bulan lalu, yang turun ke level 4,87 poin, ternyata tak mampu mengubah spekulasi berlanjutnya pemangkasan stimulus. Pelaku pasar meyakini The Fed tak akan menghentikan laju tapering off.

Selama sepekan, nilai tukar rupiah telah melorot 90 poin ke level Rp 12.181 per dolar AS dibanding pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.

GALVAN YUDISTIRA


tempo

guegamersBerita & PolitikCO,GALVAN,Kereta Api Daop,Stasiun Tawang Semarang,TEMPO,YUDISTIRA
Halaman depan Stasiun Tawang Semarang yang masih terendam banjir (23/1). Karena stasiun maupun akses masuk stasiun terendam banjir, maka PT Kereta Api Daop IV Semarang melakukan pemberhentian luar biasa di Stasiun Poncol.(TEMPO/Budi Purwanto) TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan nilai rupiah masih akan tertekan oleh sejumlah...

Comments

comments