JakVR - Virtual Reality Guide

GUEGAMERS – Warkop DKI lahir karna sebuah ide dari sikap menentang pemerintah yg dibalut komedi sebagai media yang menyentil pemerintah orde baru & kebijakannya. Banyak yang gayangka kalau para personil Warkop merupakan kumpulan aktivis militan kampus dgn posisi awal Badil, Kasino, Nanu, Dono & Kasino. Lahirnya warkop prambors yang tidak pernah lepas dari peristiwa kedatangan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka. Kakuei Tanaka bertemu dengan Presiden Soeharto untuk membicarakan masalah investasi Jepang di Indonesia. Pada saat itu mahasiswa di Perkampungan Mahasiswa Universitas Indonesia di Cibubur, sedang berlangsung konsolidasi mahasiswa. Mereka akan menentang rencana kedatangan Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soeharto. Di acara itu Kasino, Nanu, dan Rudy Badil yang paling menonjol mengatur acara supaya ramai dan tidak menjenuhkan. Temmy Lesanpura, mahasiswa UI yang juga Kepala Radio Prambors Prambors menemui Kasino, Nanu, dan Rudy Badil di dalam acara itu tersebut. Ia nawari ketiganya buat ngisi acara Prambors “Mau nggak isi acara di Prambors?” tanyaTemmy. Ketiganya setuju (Nanu, Badil, Kasino). Namun mereka masih bingung apa nama acara itu. Setelah berdiskusi panjang, akhirnya mereka temukan nama acara itu: ‘Obrolan Santai di Warung Kopi’ September 1973.

 Mereka mulai siaran setiap hari kamis malam pada jam 20.30 sampai 21.15. Tak ada persiapan apa pun. Ide guyonan selalu ditemukan ketika akan siaran.Dan ceritanya seenaknya saja. Nama warung kopi disematkan sebagai tempat yang paling demokratis untuk membicarakan hal-hal hangat di negeri ini. Konsep siaran bergaya komunikatif dan berkesan orang kampung memang menjadi cara menarik minat orang untuk mendengarkan siaran mereka. Untuk itu, masing-masing punya aksen suara yang berbeda. Sewaktu siaran di radio Prambors Kasino berperan sebagai Acing, Acong, Uda, Bli Ketut, Mas Bei. Badil berperan sebagai Bang Holil, Mister James. Nanu berperan sebagai Tukinah, Thulo, Bang Jhony. Dono berperan sebagai Mas Slamet.
Indro berperan sebagai Ubai, Mustawi, Bruddin, Poltak.

Tahun 1974, Dono direkrut untuk bergabung di Warkop Prambors. Dono itu dikenal tak banyak bicara. Namun sekali berbicara, banyak orang tertawa. Apalagi aksen Jawa-nya kental. Tahun 1976, barulah Indro bergabung. Saat itu, Indro masih kelas 3 di SMA 4 Jakarta. Kasino yang ngajak Indro untuk mulai permanen di Warkop. “Ndro, nanti malam elu mulai permanen. Mau nggak?” Tanya Kasino seusainya. Indro langsung menerima ajakannya. Saat pertama kali Indro diajak gabung ke Warkop sama om Kasino itu syaratnya disuruh nyanyiin lagu Melati-nya Grace Simon pake logat Jawa. Formasi acara obrolan di warung kopi menjadi lima orang. Kasino, Nanu, Rudy Badil, Dono, dan Indro. Tak ayal, acara ini kian ramai. 

Dari situlah, Warkop Prambors mulai dibesarkan. Semua media di Indonesia, banyak membicarakan kelompok lawakan ini. Pertama kali Warkop muncul di pesta perpisahan (kalau sekarang prom nite) SMA IX yang diadakan di Hotel Indonesia. Semua personel gemetar, alias demam panggung, dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja, tidak terlalu sukses. Namun peristiwa pada tahun 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar Rp20.000. Uang itu dirasakan para personel Warkop besar sekali, namun akhirnya habis untuk menraktir makan teman-teman mereka. Berikutnya mereka manggung di Tropicana, sebelum naik panggung, kembali seluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tapi ternyata hasilnya kembali lumayan. 

 Pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), Warkop Prambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawak Indonesia. Acara Terminal Musikal sendiri gacuma melahirkan Warkop, tapi juga memperkenalkan grup OM PSP (Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks). Sejak itu honor mereka meroket, sekitar Rp 1.000.000 perpertunjukan, dibagi empat orang, setiap personel mendapat no pek goceng (Rp 250.000). Mereka merupakan Grup Lawak pertama yg manggung pake jas. Rudi Badil ga ikut manggung karna demam panggung. makanya dia gaterkenal kaya 4 personil Warkop Prambors yg lainnya. Lawakan Warkop-pun akhirnya dikasetkan.

 Pada tahun 1978, Warkop ditawarkan bermain film. film pertama Warkop "Mana Tahaan…" (1979) sangat sukses! dan ini adalah satu-satunya film Warkop dengan posisi lengkap (Nanu,Kasino,Indro,Dono). 

Karena sakitnya bulan Agustus 1980,Nanu benar-benar tak pernah muncul lagi dengan ketiga rekanya (Dono,Kasino,Indro), yg terus meniti sukses. Nanu meninggal dunia pada tanggal 22 Maret 1983 pukul 13.00 di RSCM jakarta karena penyakit pada saringan ginjal, nephrotic syndrome. 

Warkop dulu dijuluki 'pelawak intelektual' karena sering membawakan isu-isu yang intelek. Namun, film tidak bisa mengandalkan verbal saja, karena film adalah media untuk mata dan telinga maka Warkop menambahkan unsur slapstick. karena secara telinga sudah tidak lagi menjadi masalah bagi mereka. Banyak yang memprotes tentang perubahan yang dilakukan Warkop dalam filmnya, walaupun mereka masih tetap memanggung dan merilis kaset mereka. Di sini mereka mempertahankan obrolan khas Warkop&memang ditujukan untuk pendengar kelas menengah keatas karena joke-nya emang lebih mengena. kalo di film dipaksain kaya itu jelas gaakan bisa. karna film lebih universal& gasemua orang bisa ngerti suatu joke yg dikemas secara verbal.

Pada tahun 1995, Warkop berhenti membuat film sebagai bagian dari protes mereka terhadap dunia perfilman Indonesia. Saat itu, produksi perfilman Indonesia pelan-pelan mulai menurun yang menurut Warkop, penyebabnya adalah merajanya film-film asing. Sebab, ada monopoli bioskop yang nyaris terjadi di seluruh Indonesia. Meskipun tidak menyentuh produksi Warkop, redupnya perfilman Indonesia membuat Warkop terusik. "Ini justru peluang Warkop buat mengeruk keuntungan sebesar2nya. Mumpung enggak ada film Indonesia lain yg diproduksi!" – rekan Warkop. Namun, Warkop justru memilih bersolider pada kawan-kawan sesama insan film yang terinjak-injak oleh film asing yang bebas masuk ke Indonesia. Suara hati Warkop, sebagai orang-orang akademis, tidak mengizinkan mereka bersenang-senang di atas musibah orang lain.

Sebagai tanda solider dan protes, Warkop memutuskan untuk tidak lagi bermain di layar lebar. Saat itu Warkop masih bersama rumah produksi PT. Soraya Intercine, menggarap film ke-34.Judulnya "Pencet Sana Pencet Sini" (1994). Itulah saat terakhir Warkop syuting film layar lebar.

Alasan Warkop Prambors berubah jadi Warkop DKI adalah untuk ngehindari pemberian royalti ke Radio Prambors karna Warkop memakai nama Prambors. Embel-embel nama DKI dipakai sebagai nama Warkop DKI yg merupakan plesetan dari Dono, Kasino, Indro. 16 September 1997, Warkop DKI berduka. Kasino Hadiwibowo alias Kasino Warkop meninggal dunia pada usia 47 tahun, karena menderita tumor otak. Warkop DKI pun hanya tersisa Dono, dan Indro. Mereka mengganti nama Warkop DKI menjadi Warkop Millenium. Warkop Millenium adalah sinetron Warkop.

Hal yg menyedihkan datang lagi. 30 Desember 2001 sekitar pukul 00.50 Dono Warkop menghembus napas terakhir karena serangan penyakit kanker. Sekarang Personil Warkop tingggal Indro seorang. dia menegaskan bahwa gaakan ada Warkop Baru / Warkop Jr yg bisa gantiin Warkop DKI! Warkop DKI ya Dono, Kasino, Indro.. gak ada yg bisa gantiin atau nyamain!

 

guegamersSelebritisdono,indro,kasino,pelawak,prambors,Warkop DKI
GUEGAMERS - Warkop DKI lahir karna sebuah ide dari sikap menentang pemerintah yg dibalut komedi sebagai media yang menyentil pemerintah orde baru & kebijakannya. Banyak yang gayangka kalau para personil Warkop merupakan kumpulan aktivis militan kampus dgn posisi awal Badil, Kasino, Nanu, Dono & Kasino. Lahirnya warkop prambors yang tidak pernah...

Comments

comments