JakVR - Virtual Reality Guide

otak berfungsi optimal saat berbelanja hanya selama 23 menit. (iStockphoto)

otak berfungsi optimal saat berbelanja hanya selama 23 menit. (iStockphoto)

VIVAlife – Akhir tahun, menjadi waktu yang paling ditunggu banyak orang. Bukan hanya karena waktu libur yang lebih panjang sejak Natal hingga tahun baru, tapi juga penawaran diskon yang jauh lebih lama. Tak heran, jika berbagai mal dan pusat perbelanjaan mengadakan diskon secara bertahap. Mulai dari pesta diskon tengah malam yang hanya digelar selama dua hari, hingga diskon besar-besaran menjelang tahun baru.

 Berburu barang-barang murah pun menjadi santapan banyak wanita sepanjang akhir tahun. Terutama saat diskon yang ditawarkan cukup tinggi. Bahkan antusiasme memilih dan membandingkan harga dan kualitas barang sudah muncul sejak di perjalanan, sayangnya, menurut para ahli, kemampuan seseorang untuk membandingkan harga dan kualitas barang hanya bertahan di 23 menit pertama. Ini terjadi karena bagian rasional dari otak akan mulai ditutup setelah rata-rata 23 menit memnbandingkan berbagai barang.

Hal ini diungkapkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Shopper Research and Shopping Behavior Analysis SBXL dan psikolog dari University of Bangor, kepada beberapa relawan yang menjalani pindai MRI, dengan melakukan simulasi seperti saat sedang berbelanja di toko.  

Sebelum melakukan pindai MRI, relawan diminta mensituasikan kondisi seperti sedang berada dalam sebuah toko kelontong. Mereka diperlihatkan beberapa daftar belanja dengan berbagai promosi dan penawaran khusus. Scan MRI ini berfungsi memonitor aliran darah dan aktivitas otak, untuk melihat seberapa lama otak berfungsi secara efektif.

“Sistem ini memungkinkan kita untuk menyelidiki dasar saraf pengambilan keputusan. Dengan menggunakan teknik pencitraan otak yang canggih, kami berharap dapat memberi pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pembeli merespon penawaran khusus,” ujar Dr Paul Mullins, seorang dosen senior di bidang psikologi di University of Bangor.

Mereka menemukan, fungsi korteks otak besar awalnya sangat tinggi saat mulai berburu untuk tawar-menawar.  Namun, menurut direktur SBXL, Phillip Adcock, setelah beberapa saat, otak mulai tidak dapat mengatasi dengan baik informasi yang berbeda dan mulai mencari jalan pintas.

“Jadi saat kita melihat tanda merah dan putih, kita berpikir itu adalah barang murah. Karena itulah yang selalu digunakan dalam penjualan ,” ujar Phillip seperti dikutip Daily Mail.

Fungsi yang lebih tinggi dari korteks otak besar ini, biasanya digunakan untuk pekerjaan yang lebih kompleks, seperti pengambilan keputusan. Itu sebabnya, bagian otak ini menjadi daerah yang paling awal berpikir dan berfungsi saat berburu untuk melakukan tawar menawar.

Namun mengandalkan bagian otak tersebut dalam waktu yang lama, bisa menjadi sangat melelahkan. Hasilnya, seseorang akan kembali ke bagian yang lebih primitif dari otak, seperti korteks insular, yang tidak memiliki fungsi cukup baik untuk menilai uang. 

Hasilnya, sekitar seperlima dari pembeli menempatkan penawaran khusus dalam keranjang belanja mereka, meskipun sebenarnya harga yang mereka peroleh jauh lebih mahal dibanding produk biasa. Dan hampir setengah responden hanya membeli satu benda dari setiap penawaran buy one get one.

Meski begitu masalah ini bisa teratasi dengan beristirahat sejenak. Duduk beberapa menit untuk minum kopi di tengah-tengah waktu belanja, bisa menghidupkan kembali indera tersebut. Walaupun hanya sementara. (adi)


viva

guegamersBerita & PolitikDaily Mail,Dr Paul Mullins,MRI,Phillip Adcock,SBXL
otak berfungsi optimal saat berbelanja hanya selama 23 menit. (iStockphoto) otak berfungsi optimal saat berbelanja hanya selama 23 menit. (iStockphoto) VIVAlife - Akhir tahun, menjadi waktu yang paling ditunggu banyak orang. Bukan hanya karena waktu libur yang lebih panjang sejak Natal hingga tahun baru, tapi juga penawaran diskon yang jauh lebih...

Comments

comments