JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi perokok aktif (Reuters)

Ilustrasi perokok aktif (Reuters)

VIVAlife – Merokok membunuhmu. Meski sudah ada di kemasan dan reklame setiap produk rokok, peringatan itu seakan diabaikan. Jumlah perokok makin meroket. Di Indonesia, mencapai 90 juta jiwa.

Berhenti dari merokok dirasa sulit oleh sebagian besar perokok aktif. Nikotin punya efek adiktif. Menariknya, studi menyebut ada yang lebih membuat ketagihan ketimbang rokok biasa, yakni, rokok berbahan campuran mentol.

Penelitian menunjukkan, rata-rata orang perokok mentol menghabiskan 43 batang seminggu. Sedang perokok biasa, hanya menghabiskan 26 batang seminggu.

Mereka yang lebih menyukai rasa mentol pada rokok, umumnya adalah usia remaja. The National Youth Smoking Survey menemukan, sekitar 32 persen pelajar menengah atas di kanada merokok mentol.

Mengutip laman Daily Mail, menurut studi University of Buffalo, perokok mentol di kalangan remaja umumnya berusia 12 hingga 17 tahun. Sedang di usia dewasa, perokok mentol mencapai 30 persen.

“Rokok mentol lebih menarik bagi anak muda, karena ada persepsi bahwa rokok itu lebih tidak berbahaya dibanding yang biasa,” kata Sunday Azagba, peneliti dari University of Waterloo di Kanada.

Penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Cancer Causes and Control juga mengungkapkan, perokok mentol bersikukuh akan tetap meneruskan hobi mereka mengisap tembakau hingga tahun depan.

Di Amerika, sudah ada daerah yang melarang penjualan rokok mentol, yakni Provinsi Alberta. Sedang Kanada, hanya melarang penjualan rokok beraroma, tapi tidak ada larangan untuk rokok mentol.

Di Eropa, penjualan rokok mentol akan segera dilarang. Sebab sejak April lalu, European Union mulai menerapkan aturan soal larangan penjualan rokok mentol yang akan berlaku di 28 negara.

Azagba menyarankan, ada aturan yang melarang menambahkan rasa apapun, termasuk mentol ke dalam pengolahan tembakau untuk rokok. Sebab, itu makin menyulitkan orang berhenti merokok. (ita)


viva

guegamersBerita & PolitikDi Eropa,European Union,Provinsi Alberta,remaja,Sedang Kanada
Ilustrasi perokok aktif (Reuters) Ilustrasi perokok aktif (Reuters) VIVAlife - Merokok membunuhmu. Meski sudah ada di kemasan dan reklame setiap produk rokok, peringatan itu seakan diabaikan. Jumlah perokok makin meroket. Di Indonesia, mencapai 90 juta jiwa.Berhenti dari merokok dirasa sulit oleh sebagian besar perokok aktif. Nikotin punya efek adiktif. Menariknya, studi...

Comments

comments