JakVR - Virtual Reality Guide

Selingkuh bukan berarti tak lagi mencintai pasangan. (istockphoto)

Selingkuh bukan berarti tak lagi mencintai pasangan. (istockphoto)

VIVAlife – Pasangan boleh saja bermain cinta dengan orang lain di luar rumah tangga. Namun sebenarnya, mereka yang selingkuh tidak pernah ingin benar-benar kehilangan istri atau suaminya.

Pernyataan itu didapat melalui survei dari sebuah situs kencan. Lebih dari 4 ribu orang dianalisis. Hasilnya, 76 persen orang yang selingkuh masih ingin berhubungan dengan pasangan mereka.

Bahkan 69 persen peserta survei  menyatakan tidak akan pernah meninggalkan pasangan mereka. Lebih dari itu, 85 persen di antaranya menganggap, partner selingkuh bukanlah teman hidup yang sesuai.

Mereka tak mau meninggalkan pasangan dengan alasan keamanan, cinta, stabilitas, keluarga, dan kebahagiaan. Karenanya, pasangan yang diselingkuhi harus bisa memberikan rasa nyaman itu.

“Jika seseorang memiliki hubungan dan keluarga yang baik, selingkuh tidak dimaksudkan untuk meretakkan keluarga, melainkan sebagai tambahan gairah dan petualangan,” kata Sigurd Verdal, CEO Victoria Milan, situs penyelenggara penelitian.

Dengan hasil survei itu, masihkah Anda ingin mengkhianati pasangan? Selami lagi diri Anda, pantaskah keinginan selingkuh yang hanya untuk menuruti hasrat itu mengesampingkan cinta dan pernikahan?

Sumber: Huffington Post


viva

guegamersBerita & PolitikCEO,Huffington Post,selingkuh,Sigurd Verdal,Victoria Milan
Selingkuh bukan berarti tak lagi mencintai pasangan. (istockphoto) Selingkuh bukan berarti tak lagi mencintai pasangan. (istockphoto) VIVAlife - Pasangan boleh saja bermain cinta dengan orang lain di luar rumah tangga. Namun sebenarnya, mereka yang selingkuh tidak pernah ingin benar-benar kehilangan istri atau suaminya.Pernyataan itu didapat melalui survei dari sebuah situs kencan....

Comments

comments