JakVR - Virtual Reality Guide

Saat kencan, pria dan wanita cenderung bersikap palsu (ilustrasi). (iStock)

Saat kencan, pria dan wanita cenderung bersikap palsu (ilustrasi). (iStock)

VIVAlife – Mengejutkan. Susan Winter, seorang pakar hubungan, istilah “pacaran” sama sekali tak membuatnya tertarik. Ia tak masalah bertemu pria secara formal, namun tidak untuk menjalin cinta.

Pernyataan itu mendapat banyak kritikan. Semua menudingnya tak pernah berkencan sungguhan dengan pria. Susan yang juga penulis dan tinggal di Manhattan itu, langsung berupaya membuktikan.

Demi menyuarakan bahwa kencan adalah membosankan dan tidak penting, ia memutuskan untuk menerima pria manapun yang mengajaknya berkencan. Selama sembilan bulan, ia punya 98 pria.

Ada yang ia temui karena dikenalkan teman, dari media sosial, bahkan situs kencan profesional.

Banyak berkencan ternyata tak juga mengubah pemikiran Susan. Ia bersikukuh, kencan hanyalah panggung penyajian untuk kemungkinan hubungan di masa mendatang. Banyak kepalsuan ia temukan.

“Berkencan hanya cara masing-masing pihak memamerkan potensi dan harta benda. Pria memaradekan milik mereka dan berharap wanita menerimanya seperti ikan memakan umpan,” katanya di Daily Mail.

Dari para pria yang dikencaninya, Susan menemukan cara klasik untuk memikat hati wanita. Mereka akan menjatuhkan kawan-kawan prianya dan menunjukkan bahwa ia lebih berkuasa dan berpengaruh.

Baginya, itulah yang membosankan. Susan lebih percaya chemistry yang datang tiba-tiba, saat bertemu seseorang entah di mana. Meski cara itu kuno, katanya, namun bisa mendorong cinta tumbuh wajar.

Sementara kencan sama sekali tidak natural. “Kita bertemu, titik. Chemistry akan timbul dan menjadi koneksi. Itulah yang menggabungkan kita,” ia berkata tegas, seperti dikutip Daily Mail.


viva

guegamersBerita & PolitikDaily Mail,Susan Winter
Saat kencan, pria dan wanita cenderung bersikap palsu (ilustrasi). (iStock) Saat kencan, pria dan wanita cenderung bersikap palsu (ilustrasi). (iStock) VIVAlife - Mengejutkan. Susan Winter, seorang pakar hubungan, istilah “pacaran” sama sekali tak membuatnya tertarik. Ia tak masalah bertemu pria secara formal, namun tidak untuk menjalin cinta.Pernyataan itu mendapat banyak kritikan....

Comments

comments