JakVR - Virtual Reality Guide

Tiga Wilayah Dikuasai, Irak Terancam Gelap Gulita  

Seorang pasukan dari Negara Islam al-Qaida yang terinspirasi dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memantau situasi lalu lintas di kota utara pusat Mosul, 225 kilometer barat laut dari Baghdad, Irak (22/6). Pasukan Negara Islam Al-Qaida membagikan Al Quran pada para pengendara yang melintas daerah ini. AP

TEMPO.CO, Bagdad — Pejuang Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menguasai tiga perbatasan yang biasa digunakan untuk menyeberang ke Suriah dan Yordania. Jatuhnya wilayah ini dikhawatirkan banyak pihak bakal mengancam pasokan listrik utama negara itu.

Dengan jatuhnya tiga kota dan empat kota lain di sekitarnya, ISIS kini sudah menguasai wilayah sepanjang Sungai Efrat hampir 300 km dari Mosul di utara ke kota asal Saddam Hussein, Tikrit. Di wilayah itu terdapat satu pembangkit listrik terbesar di Irak, bendungan Haditha.

Penaklukan kali ini terjadi saat Bagdad aktif melakukan lobi-lobi intensif untuk membentuk pemerintahan inklusif yang bisa menyatukan seluruh rakyat. Menteri Luar Negeri AS John Kerry dijadwalkan tiba di ibu kota Irak pada Senin untuk antara lain bertemu dengan parlemen Irak. Namun, pembicaraan yang direncanakan dengan perwakilan Iran tak dibahas.

ISIS, yang semula hanya menguasai Provinsi Anbar di barat negeri itu, kian menintensifkan serangan. Empat kota berhasil dikuasai dalam beberapa hari terakhir. Para pejabat Irak mengatakan militan ISIS mengambil alih persimpangan Turaibil dengan Yordania dan persimpangan Walid yang menghubungkan negara itu dengan Suriah setelah pasukan pemerintah ditarik keluar dari wilayah itu. Al-Qaim, sebuah kota yang bergolak di perbatasan Suriah, jatuh sehari sebelumnya.

Tiga kota lainnya, Rawah, Anah, dan Rutba, jatuh pada Hari Sabtu. Rutba adalah di jalan raya utama dari Bagdad menuju Yordania. Jalan ini adalah jalur arteri untuk penumpang dan barang, meskipun telah jarang digunakan dalam beberapa bulan terakhir karena memburuknya keamanan.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan dalam sebuah wawancara pada hari Minggu bahwa ISIS bisa menyebar ke negara-negara tetangga dan menimbulkan “ancaman jangka menengah dan panjang” bagi AS. “Kita semua harus waspada,” katanya.

Namun, ia menyatakan ISIS hanyalah sebuah organisasi, seperti halnya Al-Qaeda di Yaman dan Boko Haram di Afrika Barat. Ia membantah kelambanan AS di Suriah dan Irak telah menyebabkan krisis di wilayah itu.

GUARDIAN | INDAH P

Berita Terpopuler:
Dirampok, Caddy Golf Melawan dengan Tendangan Maut
Rapor Merah DKI, Jokowi Diminta Mundur
Tasikmalaya Diguncang Gempa 5,5 Skala Richter
Sebelum Tewas, Praja Sempat Chatting dengan Teman


tempo

guegamersBerita & PolitikBoko Haram,Hari Sabtu,ISIS,Negara Islam,Provinsi Anbar
Seorang pasukan dari Negara Islam al-Qaida yang terinspirasi dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memantau situasi lalu lintas di kota utara pusat Mosul, 225 kilometer barat laut dari Baghdad, Irak (22/6). Pasukan Negara Islam Al-Qaida membagikan Al Quran pada para pengendara yang melintas daerah ini. AP TEMPO.CO, Bagdad --...

Comments

comments