JakVR - Virtual Reality Guide

Tuntutan pekerjaan kadang kala mengharuskan seseorang bekerja lebih keras dan lebih panjang. (iStockphoto)

Tuntutan pekerjaan kadang kala mengharuskan seseorang bekerja lebih keras dan lebih panjang. (iStockphoto)

VIVAlife – Menjadi seorang pekerja keras, memang bukan sebuah kesalahan. Hanya saja bekerja tanpa memikirkan kondisi tubuh, tentu bukan sesuatu yang baik.

Sebab menurut Dr Ari F Syam, Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, jam kerja yang dapat dilakukukan oleh tubuh adalah delapan jam kerja keras, delapan jam kerja ringan dan delapan jam istirahat. Pembagian waktu tersebut, jelas penting untuk menjaga daya tahan dan keseimbangan tubuh.

Namun, tuntutan pekerjaan kadang kala mengharuskan seseorang bekerja lebih keras dan lebih panjang. Jika Anda dituntut untuk bekerja lebih lama dari jam kerja normal, pertimbangkan empat hal ini untuk mencapai keseimbangan hidup, seperti dikutip Psychology Today.

Bayangkan masa pensiun

Bayangkan diri Anda di usia pensiun. Duduk di kursi goyang di depan rumah. Lalu bayangkan kehidupan Anda di masa lalu. Tanyakan kepada diri sendiri di mana Anda ingin lebih banyak menghabiskan waktu. Kantor, lapangan golf, atau berlibur dengan keluarga?

Menantang pikiran soal pekerjaan

Ketika Anda merasa cemas dengan daftar pekerjaan, luangkan waktu untuk memperbaiki cara pemikiran yang salah. Misalnya dengan bertanya kepada diri sendiri mengenai hal buruk apa yang mungkin akan terjadi ketika Anda mengambil cuti?

Tanyakan orang sekitar

Tanyakan pada teman dan keluarga, apakah mereka berpikir Anda terlalu banyak bekerja. Pekerja keras seringkali tidak sadar saat ia tenggelam dalam pekerjaan. Mereka juga tidak sadar bahwa yang dilakukannya memiliki dampak negatif terhadap emosional dan fisiknya. Buka hati dan pikiran Anda untuk menerima masukan dari orang lain.

Periksa riwayat kerja keluarga

Perhatikan pola kerja keluarga terdekat. Apakah orangtua atau keluarga seorang pekerja keras. Dengan melihat pola kerja mereka maka Anda akan sadar dengan konsekuensi dari bekerja terlalu keras. Dengan demikian, pikiran Anda akan terbuka dan cara memperlakukan pekerjaan juga akan berubah.


viva

guegamersBerita & PolitikDr Ari,FKUI,Jika Anda,Psychology Today,RSCM,Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Tuntutan pekerjaan kadang kala mengharuskan seseorang bekerja lebih keras dan lebih panjang. (iStockphoto) Tuntutan pekerjaan kadang kala mengharuskan seseorang bekerja lebih keras dan lebih panjang. (iStockphoto) VIVAlife - Menjadi seorang pekerja keras, memang bukan sebuah kesalahan. Hanya saja bekerja tanpa memikirkan kondisi tubuh, tentu bukan sesuatu yang baik.Sebab menurut Dr Ari...

Comments

comments