JakVR - Virtual Reality Guide

Salah satu bagian rumah dibangun dari potongan pesawat 737. (wikimedia.org)

Salah satu bagian rumah dibangun dari potongan pesawat 737. (wikimedia.org)

VIVAlife – Seorang insinyur asal Arizona, Toshikazu Tsukii, akhirnya merampungkan proyek pembuatan wisma di halaman belakang rumahnya. Wisma yang dibangun Tsukii bukan sembarang bangunan.

Tsukii yang tinggal di La Cholla Airpark membangun wisma dua lantai dari potongan-potongan pesawat. Ia menggunakan potongan dari tiga jenis pesawat, yakni 737, 707, dan 727.

Pria kelahiran Jepang tersebut sudah sejak lama berhasrat untuk menjadi insinyur, penerbang, sekaligus arsitek. Ide untuk membuat wisma unik ini bermula saat Tsukki melihat bagian depan pesawat 737 di sebuah halaman berisi besi-besi tua.

Dalam pembangunan wisma ini, pria berusia 76 tersebut, mengubah beberapa bagian pesawat agar terlihat lebih lapang. Meski demikian, ia tetap mempertahankan atmoser pesawat dengan menggunakan kursi maskapai kelas satu.

Saat ini, Tsukki masih bekerja sebagai Principal Engineering Fellow di Raytheon Missile Systems dan menerbangkan dua pesawat Cessnas. Istri Tsukki, Doris mengatakan bahwa ia sangat bangga dengan sang suami. (eh)

Sumber: Daily Mail


viva

guegamersBerita & PolitikDaily Mail,Istri Tsukki,La Cholla Airpark,Raytheon Missile Systems,Toshikazu Tsukii
Salah satu bagian rumah dibangun dari potongan pesawat 737. (wikimedia.org) Salah satu bagian rumah dibangun dari potongan pesawat 737. (wikimedia.org) VIVAlife - Seorang insinyur asal Arizona, Toshikazu Tsukii, akhirnya merampungkan proyek pembuatan wisma di halaman belakang rumahnya. Wisma yang dibangun Tsukii bukan sembarang bangunan.Tsukii yang tinggal di La Cholla Airpark membangun...

Comments

comments