JakVR - Virtual Reality Guide

Ilustrasi wanita.  

VIVAlife – Hasil survei soal virginitas di dua kota besar sungguh memprihatinkan. Menurut data BKKBN tahun 2011, lebih dari 20 persen wanita di Jakarta hamil di luar nikah. Sedang di Surabaya, 45 persen dari 700 siswi SMP tak lagi gadis.

Penyebabnya beragam. Bisa karena pergaulan bebas, korban tindak kriminal, atau korban kecelakaan. Padahal, sebagai negara ketimuran Indonesia masih menjunjung tinggi keperawanan. Itu sebabnya, mereka yang tak lagi gadis begitu memburu keperawanan.

Banyaknya permintaan untuk kembali gadis, menciptakan “bisnis” baru bagi kalangan tertentu. Di internet, begitu banyak pihak yang menawarkan janji mengembalikan keperawanan wanita. Tim Cakrawala ANTV, melalui video satu dan dua ini menelusurinya.

Rupanya, membeli “keperawanan” tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Seorang penjaja di Yogyakarta menawarkan virginitas senilai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. “Untuk yang buatan China Rp300 ribu, kalau buatan Jepang Rp500 ribu,” katanya.

Menurutnya, beda “selaput dara” buatan Jepang dan China terletak pada kualitasnya. Buatan Jepang lebih tahan dan aman, karena berbahan herbal. Sedang buatan China, banyak dikomplain karena terbuat dari bahan kimia.

Setelah mentransfer sejumlah uang sesuai harga, barang itu akan langsung tiba di tangan konsumen sehari kemudian. Bentuknya berupa kertas berukuran kecil. Harga Rp500 ribu, mendapat dua buah kertas “selaput dara”. Amankah barang itu?

Indah, seorang dokter di Jakarta meragukan hal itu. “Kita kan nggak tahu itu terbuat dari bahan apa, apakah itu mengandung bahan yang kontra untuk tubuh manusia, dan apakah ada kuman berbahayanya,” katanya.

Lagipula, selaput dara palsu itu belum tentu mengobati kekhawatiran wanita soal masalah keperawanannya. Sebab, menurut Kasandra Putranto, seorang psikolog itu justru bisa memicu rasa bersalah.

“Itu dianggap bisa memanipulasi ketakutan, padahal tidak. Justru dengan banyak yang mencarinya, demand akan meningkat. Akibatnya, supply juga akan meningkat,” ia menuturkan.

Selain cara praktis yang belum tentu aman itu, ada prosedur medis tersendiri untuk “mengembalikan” keperawanan wanita, yakni bedah organ intim.

Tahun 2014, diprediksi metode itu kian menjadi tren. Terdapat setidaknya tiga cara: vaginoplasti, labiaplasti, dan himenoplasti. Baca lebih lengkap soal tren bedah organ intim itu di sini.


viva

guegamersBerita & PolitikBKKBN,Buatan Jepang,China,Harga Rp500,Kasandra Putranto,Tim Cakrawala,VIDEO
Ilustrasi wanita.   VIVAlife - Hasil survei soal virginitas di dua kota besar sungguh memprihatinkan. Menurut data BKKBN tahun 2011, lebih dari 20 persen wanita di Jakarta hamil di luar nikah. Sedang di Surabaya, 45 persen dari 700 siswi SMP tak lagi gadis. Penyebabnya beragam. Bisa karena pergaulan bebas, korban tindak...

Comments

comments