JakVR - Virtual Reality Guide

Kanker ovarium, kendati jarang diderita, bukan berarti rendah risiko.  

Kanker ovarium, kendati jarang diderita, bukan berarti rendah risiko.  

VIVAlife – Sebagai salah satu jenis penyakit yang cukup mematikan bagi wanita, kanker ovarium kerap disebut sebagai “pembunuh tersembunyi”. Ini karena tahap awal dari penyakit berbahaya ini tidak memiliki gejala, sehingga hampir tidak dapat dideteksi.

Karena itu, untuk mencegah kanker ovarium bersarang dalam tubuh, setidaknya ada lima hal yang harus diketahui wanita tentang kanker ovarium seperti dilansir Live Science berikut:

Statistik

The National Cancer Institute memperkirakan 22.280 wanita akan didiagnosis menderita kanker ovarium tahun ini, dan 15.500 wanita akan meninggal akibat penyakit tersebut. Jumlah ini masih tergolong sedikit dibanding jenis kanker lain. Sebagai perbandingan, NCI memperkirakan bahwa 226.870 wanita akan didiagnosis menderita kanker payudara dan 39.520 wanita akan meninggal akibat penyakit tersebut, tahun ini. Tapi bukan berarti kanker ovarium tidak berbahaya.

Kanker ini hanya memberikan kesempatan untuk bertahan hidup hingga 5 tahun kepada 43,7 persen penderita. Namun tingkat kelangsungan hidup sangat bervariasi dengan tahap di mana seorang wanita mulai didiagnosa. Menurut penelitian, 91,5 persen pasien yang didiagnosis sebelum kanker menyebar dapat bertahan hidup setidaknya lima tahun, sedangkan hanya 26,9 persen dari mereka yang didiagnosis setelah kanker mulai menyebar ke organ tubuh lainnya yang mampu bertahan hingga lima tahun.

Faktor risiko

Satu-satunya faktor risiko paling besar dalam mengembangkan kanker ovarium adalah riwayat penyakit dari keluarga. Risiko bisa terjadi hingga tiga kali lipat jika seorang wanita memiliki setidaknya satu relatif tingkat pertama dengan kanker ovarium. Seperti ibu, anak perempuan atau saudara perempuan. Sedangkan hanya 1,4 persen wanita yang menderita kanker ovarium tanpa riwayat penyakit keluarga.

Kanker ini bisa dipicu oleh penggunaan obat kesuburan, terapi penggantian hormon setelah menopause, dan obesitas juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit ini.

Ovulasi dan kanker ovarium

“Penelitian terbaru menunjukkan bahwa cairan yang dilepaskan dari ovarium bersama dengan sel telur, mengandung faktor pertumbuhan dan molekul lain yang merusak DNA dari sel-sel di dekatnya seperti tuba falopi,” ujar dr Ronny Drapkin, asisten profesor patologi di Harvard Medical School. 

Dengan kata lain, tingkat ovulasi atau kesuburan yang tinggi bisa meningkatkan risiko kanker ovarium. Sementara, penelitian lain menyebutkan kehamilan, aktivitas menyusui dan pil KB bisa ikut menurunkan risiko kanker ovarium.

Gejala

Salah satu alasan kanker ovarium sulit dideteksi adalah karena gejala yang dialami mirip dengan gejala-gejala umum penyakit lainnya, salah satunya masalah pencernaan. Namun bukan berarti jenis kanker ini sama sekali tidak bisa dideteksi. Menurut Mayo Clinic, gejala kanker ovarium meliputi perut yang kerap terasa tidak nyaman (kembung), nyeri panggul, sering mual, sembelit atau seringnya buang air kecil, kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang dan peningkatan lingkar perut atau pakaian ketat yang pas di pinggang.

Tes awal

Tidak ada tes skrining telah terbukti efektif dalam mendeteksi kanker ovarium. Pemeriksaan panggul yang dilakukan oleh dokter mungkin termasuk pemeriksaan indung telur, tetapi ini sering tidak dapat mendeteksi tumor hingga tumor membesar. Termasuk tes darah yang mengukur kadar molekul, ultrasound transvaginal yang telah dicoba pun belum cukup akurat dalam menemukan kanker secara konsisten.


viva

guegamersBerita & Politikanak,Harvard Medical School,National Cancer Institute,NCI,Ronny Drapkin
Kanker ovarium, kendati jarang diderita, bukan berarti rendah risiko.   Kanker ovarium, kendati jarang diderita, bukan berarti rendah risiko.   VIVAlife - Sebagai salah satu jenis penyakit yang cukup mematikan bagi wanita, kanker ovarium kerap disebut sebagai 'pembunuh tersembunyi'. Ini karena tahap awal dari penyakit berbahaya ini tidak memiliki gejala, sehingga...

Comments

comments