JakVR - Virtual Reality Guide

Heather Bayliss (Daily Mail)

Heather Bayliss (Daily Mail)

VIVAlife – Berpegangan tangan, dipeluk dan bercumbu, selalu jadi momen romantis yang dilakukan banyak orang saat berkencan. Tapi bagi Heather Bayliss, hal tersebut justru tampak menakutkan. 

Ia bukan tidak ingin melakukan kontak fisik. Hanya saja, ia harus mempercayai orang tersebut benar-benar bersih, tanpa kuman dan bakteri sedikitpun. Tentu saja sulit. Penyakit Obsessive Compulsiv Disorder (OCD) serta sindrom Asperger yang dideritanya, membuat ia tak bisa menyentuh orang lain. Ia bahkan tidak dapat menemukan pujaan hati. 

Wanita berusia 39 tahun ini menganggap kencan adalah sesuatu yang menakutkan. Ia bahkan tidak pernah mengundang orang ke dalam apartemennya, selama lebih dari tiga tahun. Ia hanya akan meninggalkan rumah untuk berbelanja atau mengunjungi ibunya. 

Kondisi ini membuatnya sangat stres setiap kali bertemu orang baru, dan menghabiskan waktu di tempat-tempat umum. Ia bahkan enggan melakukan kontak mata, yang berarti kencan pertama adalah sebuah bencana. 

“Setiap hubungan baru yang kulakukan harus benar-benar tanpa kontak. Yang paling aku khawatirkan adalah kontaminasi dari orang lain, sehingga tidak bisa melakukan kontak fisik. Tidak ada pelukan, ciuman atau memegang tangan,” ujarnya seperti dilansir Daily Mail

Ketakutannya terhadap kuman dan bakteri tidak hanya membuatnya sulit mendapatkan pasangan, tapi juga memberikan kesulitan saat harus makan di tempat umum. Bahkan, hal-hal sederhana seperti duduk di kursi taman saja membuatnya takut. 

Bayliss mengetahui bahwa ia menderita sindrom asperger sejak dua tahun lalu. Saat itulah ia sadar bahwa penyakit itu akan mempengaruhi hubungannya sepanjang hidup. Penyakit itu memperparah kondisinya, yang sebelumnya sudah menderita OCD. 

“Orang-orang berpikir bahwa OCD hanyalah tentang hidup bersih, tapi tidak. Bagiku, itu semua tentang rasa takut dan ketakutan sepenuhnya mengontrol hidupku. Dan aku perlu melakukan sesuatu untuk membuatku lebih mudah dijalani,” ujarnya. 

OCD yang diderita Bayliss terus meningkat selama lima tahun terakhir. Ini membuatnya memilih internet sebagai tempat untuk mencari pasangan yang tepat. Namun cara itu, tak juga memberikan solusi. Sebab, setiap kali ia mengatakan pada pria tentang kondisinya,  mereka  langsung menjauh dan tak pernah lagi menghubunginya. 

“Aku telah terbuka dan jujur tentang kondisiku dalam profil. Dan benar-benar tidak ada pesan dari siapa pun,” ujarnya. 

Caroline Hattersley dari National Autistic Society mengatakan, bahwa sindrom asperger adalah suatu bentuk autisme, cacat perkembangan seumur hidup yang mempengaruhi bagaimana seseorang berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. 

Menurutnya, bagi penderita autisme, percakapan sehari-hari dan interaksi sosial dengan orang lain dapat menyebabkan kesalahpahaman, kebingungan atau marah. Ini yang membuat hubungan yang lebih intim terasa menantang. 

“Kesulitan sosial dan komunikasi orang-orang penderita autisme terkadang membuat mereka sulit membentuk sebuah persahabatan dan hubungan dekat. Tetapi sebagian besar orang tentu ingin memiliki lebih banyak teman,” ujarnya. (adi)


viva

guegamersBerita & PolitikCaroline Hattersley,Daily Mail,Heather Bayliss,National Autistic Society,OCD
Heather Bayliss (Daily Mail) Heather Bayliss (Daily Mail) VIVAlife - Berpegangan tangan, dipeluk dan bercumbu, selalu jadi momen romantis yang dilakukan banyak orang saat berkencan. Tapi bagi Heather Bayliss, hal tersebut justru tampak menakutkan.  Ia bukan tidak ingin melakukan kontak fisik. Hanya saja, ia harus mempercayai orang tersebut benar-benar bersih, tanpa kuman dan...

Comments

comments