JakVR - Virtual Reality Guide

Tidak semua obat dan kosmetik yang dijual merupakan produk asli dan berkualitas. (iStockphoto)

Tidak semua obat dan kosmetik yang dijual merupakan produk asli dan berkualitas. (iStockphoto)

VIVAlife – Wajah cantik dan menarik merupakan impian setiap wanita. Berbagai carapun dilakukan, mulai dari melakukan perawatan secara tradisional, medis hingga mencoba berbagai obat-obatan dan kosmetik kecantikan yang menjanjikan hasil instan.

Hal ini tentu menarik para produsen obat dan kosmetik untuk berlomba-lomba menjual berbagai macam produk kecantikan. Sayangnya, tidak semua obat dan kosmetik yang dijual merupakan produk asli dan berkualitas. Terutama obat dan kosmetik yang dijual melalui situs online.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Sparingga. Ia mengatakan bahwa obat dan kosmetik yang dijual secara online belum tentu mengantongi izin dari BPOM dan mengandung risiko berbahaya bagi penggunanya.

“Jangan beli secara online. Bahaya sekali. Belilah di tempat-tempat yang legal (mempunyai izin),” kata Roy usai memberikan sambutan dalam acara peluncuran kompetisi iklan layanan masyarakat tentang peredaran obat-kosmetik palsu di pusat kebudayaan Amerika Serikat, @America, Rabu, 26 Februari 2014.

Namun kemudahan dan harga yang cenderung lebih murah, membuat permintaan masyarakat terhadap obat dan kosmetik yang dijual di situs web online semakin tinggi. Hal ini menyebabkan semakin menjamurnya toko-toko obat online tanpa izin.

Padahal, pembelian obat melalui situs online sulit untuk dipertanggung jawabkan. Menurut Roy, obat-obatan tersebut biasanya diproduksi di luar Indonesia dan lolos pemeriksaan di bandara maupun di pelabuhan-pelabuhan tikus atau daerah perbatasan, dan bisa juga melalui jalur resmi dengan cara memalsukan dokumen.

Diakui Roy, hal ini terjadi karena lemahnya pengawasan di pintu-pintu gerbang masuk ke Indonesia. Selain dibawa dari luar Indonesia, obat palsu maupun ilegal juga diproduksi di sejumlah daerah seperti Medan, Aceh, Jambi, Bandung, dan Jakarta.

Obat yang masuk ke Indonesia baru dapat dianggap legal jika memiliki nomeor izin edar dan surat keterangan impor. “Transaksi elektronik itu rumit, oleh karena itu kami akan bekerjasama dengan PPATK untuk menelusurinya,” kata Roy.

Sementara ini, sebanyak 129 situs jual beli obat online telah diblokir oleh BPOM yang bekerja sama dengan unit kejahatan siber (cyber crime) dari Polri.


viva

guegamersBerita & PolitikBPOM,Diakui Roy,Indonesia,Makanan Roy Sparingga,Menurut Roy
Tidak semua obat dan kosmetik yang dijual merupakan produk asli dan berkualitas. (iStockphoto) Tidak semua obat dan kosmetik yang dijual merupakan produk asli dan berkualitas. (iStockphoto) VIVAlife - Wajah cantik dan menarik merupakan impian setiap wanita. Berbagai carapun dilakukan, mulai dari melakukan perawatan secara tradisional, medis hingga mencoba berbagai obat-obatan dan...

Comments

comments