JakVR - Virtual Reality Guide

TEMPO.CO, JakartaJakarta International School pada mulanya adalah sekolah khusus bagi para ekspatriat. Berdiri pada 1951, awalnya sekolah ini bernama Joint Embassy School (JES). Saat itu hanya ada 5 orang siswa yang orang tuanya bekerja di kantor perwakilan PBB di Indonesia. (Baca: Wawancara Khusus Kepala JIS: Kasus Ini Amat Berat)

Namun kini siswa JIS beragam. Selain menerima siswa berkewarganegaraan asing, sekolah itu juga menerima siswa lokal. Dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Anggrita Desyani dan Praga Utama pada Jumat, 25 April 2014, Kepala JIS, Timothy Carr mengungkapkan metode belajar yang mereka terapkan. (Baca: Wawancara Khusus JIS Soal Guru dan Buron Pedofil)

Berikut petikan wawancara yang berlangsung di ruang rapat lantai tiga, di sekolah seluas 16 hektare tersebut:

Sekolah Anda berisi murid-murid dari latar belakang berbeda, begitu pula dengan tenaga pengajar dan staf. Bagaimana mengelola itu semua?
Para murid di sini berasal dari 65 negara, sedangkan para guru berasal dari 25 negara. Sebetulnya, semua perbedaan itu sejalan dengan falsafah Indonesia, yakni Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Kami menerapkan prinsip dasar itu dan memandangnya sebagai kekuatan.

Sekolah ini merupakan simulasi kecil dari kehidupan di dunia, karena banyak sekali kebangsaan yang berbeda. Untuk menyelaraskan perbedaan pandangan, latar belakang, agama, dan budaya yang berbeda itu kami mengutamakan komunikasi, dan saling mempelajari, sehingga semua bisa berjalan baik.

Apa nilai-nilai yang ditanamkan di JIS?
Prinsip sekolah ini bukanlah menjadi yang terbaik di dunia, tapi kami ingin memberikan yang terbaik untuk dunia. Kami menanamkan sikap untuk saling peduli, menghargai, dan menyayangi pada siswa, sehingga setelah lulus mereka bisa bermanfaat buat orang lain.

Banyak alumni kami yang diterima di berbagai universitas terbaik dunia dan memiliki karir yang baik. Mereka juga memiliki jabatan berpengaruh dalam pekerjaannya.

ANGGRITA DESYANI | PRAGA UTAMA

Topik terhangat:
Hadi Poernomo | Pelecehan Siswa JIS | Kisruh PPP | Jokowi | Prabowo

Berita terpopuler lainnya:
Jadi Cawapres, SBY: Mereka Mengolok Saya
Prabowo-Hatta Dideklarasikan di Grahadi Surabaya
Aceng Fikri ke Senayan, Menteri Linda Tercengang


tempo

guegamersBerita & PolitikBaca Wawancara Khusus,Indonesia,JIS,Kasus Ini Amat Berat,Timothy Carr
TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta International School pada mulanya adalah sekolah khusus bagi para ekspatriat. Berdiri pada 1951, awalnya sekolah ini bernama Joint Embassy School (JES). Saat itu hanya ada 5 orang siswa yang orang tuanya bekerja di kantor perwakilan PBB di Indonesia. (Baca: Wawancara Khusus Kepala JIS: Kasus Ini...

Comments

comments